Perkenalan dari Si Anak Kambing

Hallo, nama gua Ajang Rahmat (itu kalo siang, kalo malem beda lagi. Ganti huruf vokal “A” kedua dari nama pertama gua dan hilangkan huruf “T”. Yeah “Ajeng Rahma” :*) dan gua akan memperkenalkan diri gua. Tapi sebelum itu gua ingin ngungkapin sedikit maksud mengapa gua bikin tulisan ini. Gua tidak selalu galau, tapi gua nge-fans banget ama kambing berkacamata namanya itu Raditya Dika kalo gak salah. Si sialan ini yang mulai ngerubah arah hidup gua yang tadinya serba perfectionist (bener gak tuh nulisnya -_-) menjadi seseorang dengan seni abstrak dalam diri. Gua ingin jadi orang sukses, dalam hal apapun. Gua ingin berwibawa, penuh dengan kata-kata bijak seperti om Mario Teguh. Gua yang tadinya suka nulis dengan bahasa baku dan dengan isi yang penuh dengan logika kini mulai gua permax menjadi tulisan yang agak bebas, baik dari segi bahasa maupun penyampaiannya.Mengapa gua kasih judul tulisan ini “Perkenalan dari Si Anak Kambing” itu karena gua ingin menyampaikan beberapa kejadian unik dalam hidup gua yang terjadi setelah gua nonton kambing yang berpidato di YouTube, gua praktekin tuh apa yang dikata si kambing tak berjanggut itu.

Gua masih sekolah kini duduk di kelas 3 sekolah menengah atas (SMA), sebenarnya gua agak bingung juga dengan apa yang dikata SMA. Mengapa.??? Baca tulisan ini dengan seksama “Sekolah Menengah Atas”, terlihat ada ketidak konsistenan bukan.??? Katanya “Menengah” tapi dikatakan lagi di “Atas” atau yang dimaksud adalah “sesuatu” yang ada di “Atas” bagian “Tengah” (positif thingking bro ^_^).??? Entahlah, jangan dibahas -_-. Gua punya cewe, dia cantik, berkerudung, tinggi dan umurnya dibawah gua. Mantap banget dah pokoknya. Kami satu sekolahan, tapi berbeda jurusan (tak apalah masih bisa ketemuan di WC). Jika kalian menemukan sesosok dengan gaya rambut ala Hitler, berkulit agak hitam dengan wajah dihiasi jerawat, bersuara dengan vibrato mantap, jangan bingung lagi, itu gua.

Gua tahu om kambing tak berjanggut (Raditya Dika) setelah gua baca bukunya yang berjudul “Catatan Si Kambing Jantan” dan sejak itu gua baru tau kalo ternyata kambing juga punya dairy, saat pertama gua udah ngebayangin bagaimana seekor kambing nulis diary munkin mereka akan tulis begini: “Dear diary, hari ini gua diijinin majikan buat main ke peternakan sebelah untuk nemui Bella si kambing dengan pita pink dikepala bagian kanannya. Bella tau kalo dipeternakan gua berada rumputnya itu lebih hijau ketimbang rumput dipeternakan tempat ia berada. Tapi sebagai seorang jantan gua yang nyamperin dia duluan ke peternakannya kemudian balik lagi ke peternakan gua begitupun sehabisnya (udah kaya setrikaan aja gua bolak-balik). Kita dating di peternakan gua, saling bercumbu. Bella amat suka dengan janggut gua, dia terus menggelitik janggut gua sampai gua merem dan menikmati sensasi gelitiknya itu sampe-sampe ada teriakan dibalik kandang memanggil nama gua dan ternyata itu Bella (sial, siapa donk yang tadi terus menggelitik.???), gila ternyata itu kutu (baru dengerkan loe kalo janggut kambing ada kutunya.??? Penulispun sama :p). Tanpa ancang-ancang gua langsung nyamperin Bella dan ternyata dia melihat ladang rumput yang sangat hijau dan tinggi. Dia ingin pergi ke sana dan makan rumput disana, tapi kami agak mengurungkan niat pasalnya diatas rumput itu ada tulisan “JANGAN INJAK RUMPUT, MEREKA INGIN HIDUP”. Ini gak adil men untuk sebangsa kambing, kenapa.??? Bayangin aja kalo di setiap ladang rumput ada tulisan seperti itu, loe bayangin aja kita makan apa.??? Kalo si rumput ingin hidup, lantas kita jangan hidup gitu.??? Parah benget kan.??? Asssuuuu -_-“

Mungkin hanya itu perkenalan dari gua, untuk kelanjutannya kalian bisa liat catatan gua yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.