Abah Bangun Harus Lebih Pagi

Dengan adanya program yang menggaet Abah serta rekannya, membuat Abah bangun tidur harus ekstra lebih pagi. “Biar keburu, jam delapan nanti kan ada Pak Ali yang jemput,” kata Abah, Selasa, (16/7).

Menurut Abah, hal tersebut sengaja ia lakukan demi memburu waktu tepat jam 8.00 pagi sudah siap segala-galanya. “Ruangan sudah bersih, mandi juga sudah dan semuanya sudah siap pakai dan boleh di tinggal pergi,” katanya.

Kepergian Abah tersebut semata untuk membantu salah satu dosen agama di Universitas Garut dalam Program Keluarga Harapan yang di ikutinya.

Dalam keberangkatannya bersama Pa Ali itu, seperti biasa Abah di bonceng oleh motor kesayangan dosen 2 orang anak ini. “Motor Honda Grand yang sudah copot knalpotnya tetap saja saya pakai, ini kan motor kesayangan,” ujar Pa Dosen.

Abahpun tak gengsi dibonceng oleh Pa Ali, karena memang, menurut Abah, hal itu merupakan suatu kewajaran, setiap orang pasti memiliki idealisme dan barang kesayangannya masing-masing. (mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.