Menulis Butuh Inspirasi

Menulis memanglah suatu hal yang mudah dilakukan namun terkadajang juga sulit jika kita sebagai seorang penulis tidak memiliki inspirasi. Banyak ragam penulis yang ada berikut dengan inspirasi mereka, diantaranya penulis berita dengan berita yang harus mereka cari, penulis cerita dengan kejadian fakta atau opini yang mereka alami. Penulis naskah dengan imajinasi kehidupan didalam benaknya. Semua penulis butuh adanya sebuah inspirasi untuk menghasilkan karya. Namun hal itu bukanlah hal yang mudah, namun terkadang juga bukanlah sebagai sesuatu yang begitu menyulitkan. Menulis dikatakan sangatlah mudah jika apa yang kita tulis merupakan sesuatu yang asal-asalan, seperti tong kosong yang tidak berisi, tidak ada inspirasi didalamnya, yang paling parah lagi tidak ada tujuan untuk apa dia menulis. Menulis dikatakan begitu sulit jika objek yang digunakan sebagai sumber dari inspirasi yang ingin di kembangkan sulit untuk ditemukan.

Namun dari semua itu untuk menuangkan sebuah karya dalam bentuk tulisan pada dasarnya merupakan hal yang mudah dilakukan. Tergantung akan penggunaan kata-kata yang dirangkai untuk menjerat pemikiran agar mudah untuk difahami. Objek dari tulisanpun merupakan hal yang perlu dan sangat perlu diperhatikan. Sehingga pada nantinya disaat kita membuat sebuah tulisan, kita meski memposisikan diri kedalam dua sudut pandang yang berbeda. Pertama kita benar-benar bertindak sebagai seorang penulis kemudian yang kedua kita bertindak sebagai seorang pembaca. Kemudian disaat kita bertindak sebagai seorang pembacapun dibagia lagi kedalam berbagai macam watak pembaca itu sendiri. Apakah dia seorang yang benar-benar awam terhadap isi yang ada dalam tulisan kita atau ia merupakan seseorang yang memiliki pemahaman akan isi yang ada dalam tulisan kita atau bahkan pembaca merupakan seseorang yang benar-benar ahli dalam bidang yang kita jadikan objek tulisan.

Hingga pada akhiranya setelah kita memperhatikan semua itu akan ada masa dimana kita akan sangat berhati-hati dalam menulis. Bahkan terkadang apa yang penulis (saya) rasakan ketika menulis sebuah artikel itu penulis (saya) sendiri sering melakukan tulis-ulang atau review demi menciptakan karya yang benar-benar mewakili pemikiran si pembaca. Baik ia untuk mereka yang masih awam hingga mereka yang benar-benar ahli dalam bidang yang kita jadikan objek tulisan.

Namun dari itu semua kamu gak usah bingung-bingung ketika hendak menulis. Tuliskanlah terlebih dahulu apa yang ada dalam benak, lambat-laun seiring kamu terus-menerus menuliskan hal yang ada dalam fikiran kamu. Secara tidak sadar kamu juga sudah melakukan eksplorasi terhadap objek yang ingin kamu tuangkan. Hingga pada akhirnya tulisan tersebut tercipta dengan alur yang kompleks. So, tetaplah “tuliskan apa yang kamu rasakan dan rasakan apa yang ingin kamu tuliskan”. Salam pena dari TulisanTulisan.COM ^_^.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.