Pacaran itu Aneh

Pacaran, bagi kamu yang masih muda pasti tidak asing dengan satu kata yang satu ini atau bukan hanya untuk kaum remaja saja yang mengenal kata tersebut kini anak-anakpun sudah mengenalnya dan mempraktekannya.??? Parah, hancurlah sudah mental bangsa ini, mau dibawa kemana kelangsungan hidup khalayak ramai.??? Tapi tahu gak kamu jika pacaran itu aneh, menurut penulis sih demikian. Tapi tunggu dulu donk, jangan maen judge penulis sebagai seseorang yang memancing konflik. Kamu simak dulu deh pemaparan penulis yang menyatakan fatwa bahwa mengapa pacaran itu aneh.!!!

Penulis memang merasakan apa yang disebut jatuh cinta, namun masalah untuk pacaran penulis sendiri kurang tahu batasannya. Apakah setiap orang yang jatuh cinta harus dikaitkan dengan apa yang namanya pacaran.??? Penulis rasa tidak, penulis merasakan apa yang namanya jatuh cinta itu sebagai sesuatu yang harus dijaga, penulis masihlah muda atau bisa dibilang remaja yang hatinya sedang mekar. Namun rasa cinta tersebut tidak perlu dituangkan ke dalam suatu hal yang dinamakan pacaran bukan.??? Rasa cinta haruslah terjaga, misalkan sekarang penulis sedang jatuh cinta kepada seorang remaja gadis dan ia pun merasakan hal yang sama. Jika kita memang deal saling mencintai harunya kita menjaga rasa cinta tersebut dengan jalan masing-masing mempunyai tujuan untuk saling bersatu dipelaminan nantinya. Tapi bukan untuk pacaran. Sekarang sedang merajut asa untuk menggapai cita-cita, berusaha untuk bisa memberikan rizki kepada si do’i nantinya jika sudah dipinang di pelaminan. Tidak ada tuntutan dari si do’i karena ia pun memiliki pemikiran yang dewasa, jika kita berdua sekarang berpacaran lalu kemudian selalu saring berduaan, kemana-mana selalu memberikan traktir, si do’i tahu jika pasangannya adalah anak dari seorang yang kaya. Maka ia mau menjadi pacarnya karena bisa enak dibelikan barang-barang yang disukai meski sebenarnya ia tidak mencintainya. Basi tau gak pacaran itu. Kalau dikatakan dalam lirik ERK, “jatuh cinta itu biasa saja” jangan lebay dan berlebihan. Jalanin saja secara normal seperti rasa cinta orang tua kita kepada kita.

Jika terjadi kendala keuangan yang berakibat si cowo tidak bisa meminta uang kepada orang tuanya untuk memberlikan hadiah ulang tahun bagi si cewe, si cewe langsung marah dan tidak mau mendengarkan alasan dari si cowo yang masih meminta kepada orang tuanya lantas ia bilang “kita putus sekarang”, “oke” si cowo bilang. Jatuh cinta pupus karena hal sepele yang sebenarnya memang merupakan suatu hal yang serius. Berakhirlah sudah kisah asmara berdua. Dan kini jika saling bertemu dalam satu kerjaan atau satu universitas saling bermusuhan yang satu dengan yang linnya saling membenci dan menjatuhkan. Bermusuhan lebih dari 3 hari tahukan apa akibatnya.??? Tidak mau saling bicara satu sama lainnya dan menjadi bahan candaan teman-temannya, yang pada menertawakan kebodohan mereka. Sosialisai putus karena hal yang disebut putus pacaran. Sesederhana itukah yang disebut rasa cinta dan kasih sayang. Ingatkah rasa cinta kita kepada orang tua.??? Yup sepanjang masa dan tak akan terhingga. Itulah rasa cinta yang sesungguhnya, sekarang bagaimana yang disebut cinta jika dilihat dari kejadian diatas.??? Menurut penulis itu bukanlah sebuah rasa cinta, tapi itu semua adalah kebodohan. Sekali lagi kebodohan. Mencintai karena harta dari orang tua yang ditopengi dengan rasa tulus, basi tau gak rasa tulus tersebut. Ingat yang punya itu orang tuannya dan bukan milik si anak.

So, gimana sob rasa cinta yang kamu punya seperti apa.??? Apakah seperti monyet.??? Atau sebagai motivasi untuk mencapai suatu hal dimasa yang akan datang.??? Penulis harap kamu tidak ikut-ikutan budaya pacaran yang kamu sendiri tidak tahu akan sejarahnya dan hanya ikut-ikut saja untuk meningkatkan gengsimu. Payah itu sob namanya, melakukan tanpa tahu sejarah dan tujuannya. Jadi gimana nih mau lanjut.??? Tetap stay on TulisanTulisan.COM yah sob ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.