Andi Rifki : Perkenalan

Kalimantan merupakan kota kelahiran dari remaja yang sangat senang bersosialisasi dengan orang-orang. Namaya Andi Rifki, ia biasa dipanggil Andi. Ia juga merupakan seorang yang aktif dilembaga-lembaga sekolah ketika ia masih belajar di SMP dan SMA. Ia lahir pada tanggal 9 Maret 1988 di kota Balik Papan. Ia juga pernah menjabat menjadi ketua OSIS ketika ia masih duduk di bangku SMP. Ia sangat senang akan musik bernada keras alias musik rock ‘n roll. Yang pasti ia memiliki kemampuan yang cakap dalam berkomunikasi.

Ciri-ciri fisik dari pemuda yang kini berusia 25 tahun ini sangat mudah untuk dikenali, dia memiliki bekas luka jahitan dibagian dahi sebelah kanan. Karena ketika kecil ia sangat overaktif, tidak bisa diam dan suka akan berlari-lari ke tempat-tempat yang tidak biasa dijangkau oleh orang lain, seperti semak-semak hingga pada akhirnya ia jatuh ketika sedang sedang berlari ke arah semak untuk mengambil buah salak, kepalanya terbentur ke batu tajam dan akhirnya dijahit. Dan lukanya itu hingga kini tidak hilang.

Pantas saja ia sangat pandai dalam bersosialisai toh sejak kecil saja ia senang bereksplorasi. Orang tua Andi sangat bangga akan prestasi Andi yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang jika ada acara seperti karang taruna, remaja mesjid, dan lembaga-lembaga kemasyrakatan yang lainnya. Bahkan tidak jarang ia diminta untuk menjadi ketua di beberapa acara kemasyarakatan.

Berhubung si Andi ini merupakan remaja yang aktif di organisasi, ia tidak memikirkan biaya untuk bersekolah. Karena dari pihak sekolah sendiri sudah menjamin akan menanggung biaya sekolah Andi. Banyak lagi sikap positif yang bisa diambil dari Andi, selain ia sangat aktif bersosialisai. Meski pernah ia sesekali merasa minder karena kurang mampu mengikuti pelajaran di sekolah karena kesibukannya di organisasi. Namun sebisa mungkin ia mencoba mengikuti mata pelajaran disekolah dan hal tersebut berhasil ia lakukan.

Andi juga tidak mengelak jika ada orang yang menyebut bahwa seseorang yang aktif di organisasi akan sedikit menelantarkan belajarnya. Dan hal tersebut memang ia rasakan, namun ia juga berusaha untuk tidak menelantarkan belajarnya karena ia juga sadar bahwa belajar merupakan hal penting yang harus ia dapatkan.

[Bersambung]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.