Penulis Kesepian

Sunyi dalam sepi, hening yang dirasakan penulis tatkala malam mulai datang menyambut. Tak ada sisiapa hanya antara penulis, pena dan selembar kertas yang menemani. Desahan suara pena yang menggaris mengisi kekosongan lembaran kertas begitu nyaring terdengar. Helaan nafas panjang terdengar begitu kuat ditelinga diiringi dengan suara denyut jantung yang terus berdetak-detak. Sendiri adalah sesuatu yang memang ditunggu-tunggu, begitu nyaman menyendiri dipojokan kamar. Tersenyum, bersedih, duka dan tawa seakan mampu melepaskan rasa sepi ini. Imajinasi terkadang tidak semuanya mampu tertuangkan, ada kalanya tertahan dan tak bisa diungkapkan. Hanya seyumlah isyarat bahwa itu adalah kenyataan.

Melamun mengisi pemikiran dengan sesuatu yang tak ada dalam dunia nyata memang indah meski itu hanya terjadi dalam mimpi. Seperti makhluk sosial yang tak pandai bersosialisasi, layaknya burung yang tak bisa terbang dan ikan yang begitu sulitnya untuk bisa berenang. Gugup lidah ini jika berbicara didepan mata hidung, lihai jari ini mengungkapkan rasa lewat pena. Tulisan penulis juga terkadang sama tajamnya dengan lidah seorang kritikus, dengan sepatah dua patah kata yang mungkin bisa membuat buming seisi jagat raya.

Karya demi karya berlimpah ruah, lembaran demi lembaran yang sudah terkumpul kini telah bersampul. Rasa bangga atas apa yang selalu banyak orang nikmati, merasa lewat kata yang mereka lontarkan, negatif memuncakkan emosi, positif membesarkan hati. Hari demi hari terus berganti tak dapat dibendungi lagi, paragraf demi paragraf yang sudah tak sejajar lagi. Akankah ini semua berlalu apa adanya dan terus begini adanya.??? Entah apa yang kini penulis rasakan, entah sikap seperti apa yang harus penulis lakukan.??? Dalam sunyi ini hanya ada do’a, meminta yang terbaik dan yang tak pernah diketahui apa itu yang terbaik.

Dalam sepi ini juga jari-jari lentik semakin dan semakin terasah. Curahan hati perlahan membanjiri kertas yang sudah tak dapat membendung kata lagi. Puas semakin puas hingga tak sanggup untuk merasa puas untuk tetap melanjutkan apa yang seharusnya dilakukan. Kata dalam kamus satu per satu dieja tanpa terlewatkan. Kapankah kesunyiaan ini akan berlalu.??? Ingin rasanya untuk tetap seperti ini namun juga tak kuasa rasanya jika harus hidup seperti ini. Kuharap mendapatkan yang terbaik atas apa yang terbaik yang selalu didambakan tanpa mengetahui apa itu yang menjadi terbaik dalam diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.