Ketika Merasa tak Berguna

Menjadi seseorang yang masih mencari pengalaman atau dapat dikatakan sebagai seorang yang belum berpengalaman memanglah pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Menjadi orang termuda dalam sebuah perkumpulan yang mana didalamnya terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa dan berpengalaman akan kehidupan merupakan langkah awal kita untuk menuju kepada kedewasaan. Seiring berjalannya waktu, lambat-laun setiap insan akan mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Karena seperti itulah proses kealamian sebuah kehidupan manusia.

Namun dalam prosesnya perlu waktu yang tidak sedikit, didalamnya meski ada sebuah pengorbaanan khusus, baik itu mulai dari waktu, materi, dan diri. Lingkungan akan membawa setiap orang menuju kepada sesuatu yang sama seperti dimana lingkungan ia berada. Terkadang jika kita merupakan orang yang masih mencari jati diri atau mencari pengalaman hidup , memanglah harus memulainya dari sesuatu yang dasar. Bisa mulai dari mengerjakan pekerjaan-pekerjaan mudah, walaupun susah namun pada akhirnya akan mendapatkan bahagia.

Bekerja pada sebuah perusahaan yang baru berkembang adalah contoh dari potret kehidupan yang akan penulis jadikan sebagai contoh untuk tulisan kali ini. Tentu ini adalah hal yang baik untuk segera diambil bagi para pekerja pemula, merintis dari bawah adalah kedua hal yang sama dilakukan antara perusahaan dengan pekerja pemula tersebut. Karyawan didalamnya masihlah sedikit, masih bisa dihitung dengan jari. Sebagai seorang yang awam, memang akan terasa sulit untuk melakukan sebuah pekerjaan. Apa saja yang harus dilakukan serta haruskah menunggu perintah dari atasan.

Terkadang sering merasa apakah bekerja disini seringan ini.??? Ataukah memang inilah pekerjaan saya.??? Kebimbangan akan apakah kita sudah dapat dikatakan bekerja atau belum, saat ini penulis sedang merasakannya. Menjalani semuanya dengan mengikuti alur apa adanya serta berfikir positif bahwa inilah pekerjaan saya dan saya telah bekerja adalah ungkapanĀ  yang harus ditumbuhkan dari kepercayaan diri. Lambat laun setiap orang juga akan dapat merasakan keberadaan kita pada nantinya, karena memang seperti itulah tugas saya.

Atasan menyuruh saya untuk menjalankan pekerjaan dalam suatu bidang, maka saya mengerjakannya. Masalah mengapa kerjaan saya seperti orang yang leha-leha mungkin memang seperti ini lah pekerjaan yang harus saya jalani. Yang terpenting disini, jika kita memang disuruh untuk melakukan suatu pekerjaan, ya kita lakukan pekerjaan itu hingga tuntas. Masalah selebihnya, ya saya toh sudah melaksanakan tugas saya dan memang seperti inilah pekerjaan saya. Saya juga pasti akan melaksanakan tugas yang diberikan meski tugas tersebut tak semestinya dilakukan. Saya hanya ingin bekerja, dan seperti inilah saya bekerja.

Melihat teman sekantor ketika masuk kerja langsung membuka buku atau komputernya, lantas mereka tak membuang waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak kita ketahui sebenarnya apa yang mereka kerjakan karena itu memanglah pekerjaannya. Melihat orang lain bekerja secara berkelanjutan setiap harinya, membuat kita iri. Mengapa kita merasa tidak seperti mereka. Masuk setiap hari, sesampainya dikantor langsung mengerjakan sesuatu. Mungkin itulah perbedaannya, mungkin orang lain lebih ke bekerja yang sifatnya terus menerus. Mungkin juga pekerjaan yang kita lakukan sifatnya hanya sekiranya saja. Sekiranya ada yang bisa dibantu ya saya bantu, karena bekerja sebagai seorang teknisi itu berbeda dengan seorang administrasi. Seorang teknisi akan bekerja ketika ada sebuah masalah dalam mesin misalnya, ya ketika ada mesin yang rusak harus segera diperbaiki. Sedangkan jika semua mesin berfungsi dengan baik tanpa ada kendala, ya mau apa lagi teknisi adalah pekerjaan saya, selebihnya jika tidak ada masalah ya santailah saya. Berbeda dengan seorang administrasi yang setiap hari masuk kantor dan langsung membuka buku misalnya, melakukan setiap pengentrian data, hal tersebut dilakukan terus menerus setiap harinya. Ya itulah pekerjaan seorang administrasi yang lebih bisa dikatakan sibuk ketimbang teknisi kecil.

Intinya tugas apa yang diberikan ya kita harus segera melaksanakan dan menyelesaikannya. Jangan merasa bahwa diri ini tidak berguna saat dikantor. Merasa iri ketika setiap hari setiap karyawan sibuk dengan tugasnya masing-masing. Kita berfikir positif saja, itu memang pekerjaan mereka. Masalah mengapa pekerjaan kita terbilang leha-leha, ya mau gimana lagi toh ini kan memang pekerjaan saya.

Sekian dari penulis semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Jangan lupa untuk terus semangat berkarya. Bicara lewat pena, mengungkapkan makna lewat kata-kata. Salam TulisanTulisan.COM ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.