Menyemangati Diri Sendiri

Ketika hidup ini serasa sulit untuk dijalani, tiada kebutuhan lain selain adanya seseorang yang mampu memberikan semangat untuk mendorong diri keluar dari kepiluan. Kumpulan petua-petua sengaja dicari untuk mengobati rasa tak karuan. Namun dikala tak ada seorangpun yang mampu memberikan semangat, cukup diri sendiri yang mencoba untuk bangkit dengan mandiri. Busungan dada keyakian buah dari kemandirian, mengangkat wajah membuat seri di bibir. Dari berbagai macam cara yang tengah dicoba, menulis adalah salah satunya. Tulisan yang dihasilkan dari rasa kuasa atas kecewa dalam dada, seguk isap tangis mengiringi ketidakuasaan untuk ditahan.

Hal apapun yang mungkin akan sedikit membangkitkan kegairahan dalam diri untuk kembali semangat mulai dituliskan bait demi bait. Seperti berbicara sendiri dalam lembaran kertas, namun dengan jalan inilah cara untuk menyemangati diri sendiri. Membuat tulisan seperti diri sendiri yang sedang bicara atau membuat sebuah karakter lawan bicara seakan sedang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Tak peduli apakah salah, yang terpenting hati puas bisa mengungkapkan duka yang tak baik untuk terus dibendung.

Luapan rasa amarah, luapan rasa bersalah, luapan rasa bahagia atau apapun tersirat dengan tinta yang tebal. Tekanan tulisan menunjukan bahwa kesirusan untuk kembali bangkit meski harus bersusah sendiri ditopang dengan kedua kaki. Hanya dengan masalahlah kita bisa mandiri karena masalah tersebut akan mampu membawa kita menuju kedewasaan. Tak peduli terka dari cacian orang yang dilontarkan, galak tawa yang senantiasa terbayang, rasa bodoh mengapa melakukan suatu tindakan, jangan pedulikan semua itu.

Tulis tulis dan teruslah menulis mengungkapkan apa yang ingin dituliskan. Semua kepediahan, semua amarah, semua ketakutan akan menjadi racun dalam diri jika tidak dikeluarkan. Ingin marah pada siapa, menangis untuk siapa, tertawa karena siapa, tak ada seorangpun disamping. Maka dari itu satu-satunya cara untuk meluapkan isi hati kembali semangat adalah dengan berusaha secara mandiri. Menulis mengeluarkan beban dalam benak, meringankan beban pundak yang memikul segalanya.

Menulis itu mudah, mengungkapkan itu susah. Maka ungkapkanlah segalanya dalam tulisan. Kritikus memiliki lidah tajam untuk menikam, penulis memiliki pena yang bisa merubah segalanya. Meski tak dilihat dan tak pernah dilihat. Namun ini semua untuk diri sendiri dan hanya untuk diri sendiri. Tulisan-tulisan buah karya tangan sendiri, menggambarkan bahwa inilah diri sendiri. Bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri. Karena hanya diri sendirilah yang merasakan apa yang ada dalam diri dan orang lain tidak akan mampu merasakannya.

2 pemikiran pada “Menyemangati Diri Sendiri

  1. That issame as what i feel at this moment, i’m away from my parent, my family as well my best friend. Someone else able to share their feeling to their girl or boyfriend, but i don’t.. I liked your writing, it will be usefull for somebodys like me..
    Thanks

  2. Sama sama mbak, bersyukur kalau ada manfaat’a tulisan ini untuk anda.. 😀
    Dan kedepan’a semoga anda mendapatkan apa yang ingin anda inginkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.