Menulis itu Butuh Konsentrasi

Tidak hanya belajar yang menguras konsentrasi, tetapi juga menulis tentu ia karena menulis juga ada sangkut-pautnya dengan pemikiran, yah pastilah menguras konsentrasi. Untuk meningkatkan konsentrasi tersebut tentulah berbeda antara satu penulis dengan penulis yang lainnya. Ada penulis yang berkonsentrasi dengan mendengarkan musik, ada penulis yang bisa berkonsentrasi jika suasana sedang sepi dan hening, bahkan adapula penulis yang akan sangat berkonsentrasi sambil makan. Penulis sendiri termasuk orang yang akan berkonsentrasi penuh jika dalam kondisi hening dan sepi. Jika ada suara kecil saja, misalnya suara jarum jam itu akan terasa sulit untuk berkonsentrasi.

Penulis yakin mengapa penulis hanya bisa berkonsentrasi dalam kondisi sepi dan hening adalah karena otak kanan yang sifatnya lebih ke visual penulis tidak mampu bekerja optimal, sehingga akan mengganggu dalam berkonenstrasi. Namun hal tersebut penulis tidak ingin menjadikannya sebagai alasan, penulis coba dan terus akan mencoba menulis dengan dibarengi dengan kebisingan suara-suara, semisal suara musik terlebih dahulu. Jujur saat ini penulis sedang menulis sambil mendengarkan musik yang belum penulis ketahui sebelumnya.

Memang sulit penulis rasakan untuk berkonsentrasi, tapi ini akan terus penulis coba. Karena tidak baik juga jika hanya mengandalkan otak kiri saja. Yang baik itu adalah memiliki keseimbangan antara otak kanan (visual) dan otak kiri (logikal). Sehingga pada nantinya baik menulis saat suasana hening ataupun bising akan tetap mampu untuk berkonsentrasi. Itulah yang penulis harapkan mengingat kini penulis akan terus menulis didalam sebuah lingkungan yang banyak orang didalamnya. Tentu suasananyapun akan seperti dipasar, banyak kebisingan-kebisingannya.

Namun apapun yang terjadi kita harus menciptakan passion dalam berkonsentrasi saat menulis. Hal ini mesti dilakukan untuk kelangsungan tulisan buah karya dari seorang penulis. Namun penulis sarankan untuk dapat tetap berkonsentrasi meski dalam suasana yang ramai, karena kita akan hidup dilingkungan yang penuh akan sosialisasi. Penulih memang merasakan sendiri jika menulis dalam keadaan hening akan lebih meningkatkan konsentrasi, tapi tentu tidak salah juga jika kita berlatih untuk dapat menulis dalam keadaan ramai.

Semangat menulis sobat TulisanTulisan.COM, kita terus berusaha untuk menghasilkan buah karya. Salam TulisanTulisan.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.