Sakit Gigi, Berjuta Rasanya

Siapa diantara sobat TulisanTulisan.COM yang tidak pernah merasakan sakit gigi.??? Penulis yakin setiap orang pernah mengalami yang namanya sakit gigi. Rasa sakit gigi berbeda dengan rasa sakit lainnya yang tak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan katakanlah “preman”pun kalah dengan rasa sakit gigi. Alasan mengapa rasanya berbeda adalah karena syaraf yang begitu sensitif yang mudah untuk direspon oleh otak.

Rasa sakit gigi bisa diakibatkan karena gigi berlubang, munculnya gigi muda yang baru tumbuh, gigi mau copot, gusi bengkak dan berdarah, serta akibat-akibat lainnya. Hal yang paling menjengkelkan ketika sakit gigi adalah suara keras tak karuan. Meskipun suara tersebut enak terdengarnya, namun ketika sakit gigi akan berbeda. Rasanya ingin membanting sumber suara tersebut, apalagi jika suara kendaraan yang nyaraing tak karuan. Ingin melempar palu rasanya ke orang yang mengendarainya.

Yang paling enak dilakukan ketika sakit gigi adalah tidur. Dengan tidur rasa sakit yang terus berdenyut-denyut tidak akan terasa. Namun sedikit dampaknya adalah mulut mengeluarkan “cairan” berbau yang lebih banyak dari sebelumnya. Ketika sakit gigi, kepala ikut sakit dan anggota badan yang lain pun sama. Sulit untuk berfikir dan cenderung menjadi pemarah. Menangis dengan mengelarkan suara dari mulut adalah alternatif lainnya untuk menikmati betapa enaknya rasa sakit gigi.

Bahkan dokter gigi sekalipun tidak akan berani langsung mencabut gigi yang sedang dalam keadaan sakit. Alasannya karena sistem syaraf yang terdapat digusi sedang mengalami ketegangan yang jika dicabut akan berdampak pada orang yang merasakan sakit giginya. Paling dokter hanya berani sampai memberi obat sakit gigi, dan biasa dianjutkan setelah obat habis dan gigi sudah tidak terasa sakit untuk kemudian berkonsultasi dengan dokter yang sama untuk dilakukan pencabutan gigi yang dulu sakit jika keadaannya memungkinkan. Namun yang namanya sudah tidak terasa sakit, siapa yang mau dicabut. Itulah yang dialami penulis, ketika sakit gigi ingin segera dicabut supaya tidak terasa sakit, namun ketika sudah sehat tidak mau dicabut karena beranggapan buat apa dicabut, sedang sehat ini.

Semuanya jadi serba-salah, namun itulah adanya. Jadi yang dapat disimpulkan, nikmatilah rasanya sakit gigi ketika terasa dan nikmati pula selagi gigimu dalam keadaan sehat. Salam TulisanTulisan.COM ^_^.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.