Titik Jenuh dalam Belajar

Menjadi seorang pelajar ada kalanya mengalami suatu hal yang paling dan sangat tidak diinginkan, yakni ketika datangnya sebuah titik jenuh dalam belajar. Banyak faktor yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami titik jenuh untuk belajar, diantaranya lingkungan (baik itu pergaulan ataupun pacar), orang tua yang tidak mendukun, atau bahkan karena sudah letih mempelajari setiap ilmu pengetahuan yang itu-itu saja. Ada banyak lagi faktor lainnya selain yang tidak penulis sebut tadi.

Manusiawi jika seseorang mengalami titik jenuh, karena manusia memang memiliki rasa. Kejenuhan kadang timbul ketika kita mendapati diri merasa setiap hal yang dilakukan hanyalah itu-itu saja, kegiatan yang sama dan terus diulang-ulang, setiap saat atau setiap hari. Rasanya mengalami titik jenuh sangatlah tidak enak. Tidak memiliki fokus pada satu tujuanpun, jika menurut anak muda sekarang disebut dengan “galau”. Melakukan ini biasa dan melakukan itu biasa.

Atau juga ketika kita tengah jenuh dalam belajar, semudah apapun materi yang diberikan oleh guru atau dosen serasa sulit untuk dipelajari dan apa yang telah guru atau dosen sampaikan begitu sulit untuk dicerna. Dan bahkan bisa juga menimbulkan rasa jika metode yang digunakan oleh guru atau dosen adalah salah, guru atau dosen tidak mendidik melainkan hanya memenuhi tugasnya saja sebagai tenaga pendidik, dan masih banyak cercaan lainnya yang menyalahkan apa yang tidak sepantasnya disalahkan. Menganggap bahwa setiap orang salah dan hanya diri sendirilah yang benar.

Semakin jenuh jika setiap hal tersebut diatas terus berkelanjutan dan terus menggerogoti sisi positif hari kita. Berbaik sangka dan terus semangat, mengumpulkan motivasi dan inspirasi adalah jalan terbaik untuk mengembalikan diri dari titik jenuh tersebut. Semakin dipikirkan maka rasa bosan tersebut akan semakin kuat, maka melepaskan setiap beban dibenak adalah hal yang meski dilakukan untuk menghilangkan kestresan.

Sulit memang jika kita tidak mau untuk berusaha dan memiliki keinginan untuk melawan setiap rasa jenuh. Apalagi ketika kita menghadapi setiap rumus-rumus matematika yang tidak masuk di logika. Mencari kesenangan dan apa yang bisa kita lakukan lalu menonjolkannya, bisa dijadikan batu loncatan agar kita mendapati diri ke arah yang lebih baik. Salam TulisanTulisan.COM tetap semangat dalam berkarya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.