Sebenarnya Kesempatan

Mendapatkan kesempatan adalah hal yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh setiap orang untuk mencapai sebuah tujuan yang mana tujuan tersebut dapat mengantarkan dirinya pada taraf kehidupan yang ia anggap lebih baik. Bicara mengenai kesempatan, banyak orang berfikir dan mendokrin dirinya sendiri ataupun orang lain dengan pernyataan jika “KESEMPATAN TIDAK DATANG DUA KALI”. Adalah hal yang disetujui hampir oleh setiap orang mengenai pernyataan tersebut. Tapi entah mengapa penulis memiliki anggapan jika sebuah kesempatan ada kiranya tidak datang hanya satu kali, bahkan bisa berkali-kali. Disini disinggung menganai menciptakan atau menunggu, memang jika kita menunggu kesempatan kita akan menemukan istilah yang penulis beri huruf besar dalam tanda petik seperti diatas. Tapi bagaimana jika kita mampu untuk menciptakan kesempatan yang kita inginkan.??? Apakah mungkin bisa adalah pertanyaan yang akan muncul diikuti dengan pertanyaan tentang bagaimana cara melakukannya.??? Jika kita pandai membaca situasi dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya disana terdapat berbagai macam kesempatan-kesempatan yang tidak kita ambil, hanya saja terkadang kita hanya terpaku pada kesempatan yang kita anggap bahwa itulah hal yang paling diinginkan dengan mengabaikan peluang dari kejadian lain yang kadang kala dapat menjurus kepada kesempatan yang kita butuhkan. Nah disini barulah akan muncul aksi yang kita akan kita lakukan terhadap peluang terlahirnya sebuah kesempatan. Penulis alami sendiri dan sadari bahwa sebenarnya setiap peluang itu senantiasa hadir dalam kehidupan penulis, hanya saja penulis yang kurang cekatan dalam menanggapi bahwa hal tersebut itu memang benar-benar sebuah peluang yang dapat penulis lakukan untuk mencapai hal yang penulis inginkan. Hingga kini penulis sadar dan yakin bahwa apa yang penulis pikir dan rasakan saat ini adalah pemahaman yang lebih mendalam mengenai paradigma kesempatan yang belum penulis pahami sebelumnya. Langkah dewasa memang benar-benar dituntut disini, menghadirkan diri dan jiwa dalam kehidupan bermasyarakat dewasa harus dijalani dengan meninggalkan hal-hal yang berbau kekanak-kanakan. Setiap hal yang dilakukan kini akan dipertanggung-jawabkan sendiri, dan itu akan mengantarkan diri menuju suatu jalan yang dipilih. Belajar dan belajar untuk hidup adalah pelajaran yang tidak pernah tersirat maupun tersurat, tak ada ilmu yang berkembang mengenai hal itu, hanya diri sendirilah yang mampu menjawab dan menjalani apa yang seharusnya dijalani. Jadi pada akhirnya kesempatan tersebut muncul tergantung dari sudut pandang setiap orang yang melihatnya sebagai sebuah langkah awal untuk dijalani dan menjuruskannya kepada hal yang diinginkan atau memang langsung menjurus pada apa yang diharapkan yang mana memunculkan pernyataan jika “KESEMPATAN TIDAK DATANG DUA KALI”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.