Rencana dalam Hidup

Setiap manusia yang hidup tentu memiliki berbagai rencana dalam kehidupannya untuk meraih kehidupan yang diinginkan. Terkadang ada kalanya dimana rencana tersebut dapat terlaksana dengan mulus dan tidak sedikit pula rencana yang gagal seluruhnya atau gagal ditengah jalan. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan rencana tersebut dianyara yang vital adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal tentu berawal dari dalam diri sendiri, entah ketidak sungguh-sungguhan dalam melaksanakan rencana hidup yang telah dibuat atau memiliki rasa negatif yang berdampak pada pola tingkah-laku dalam kehidupannya.

Faktor eksternal muncul dari luar diri sendiri, untuk faktor kegagalan rencana yang satu ini mungkin bisa dihindari dengan memubuat rencana lain jika rencana yang satu tidak dapat dijalankan sebab feedback dari orang lain atau lingkungan yang kurang mensupport. Terlalu mengandalkan dan berharap secara berlebihan akan janji dari orang lain yang akan menanggung diri ini adalah salah. Dengan tidak mengandalkan bantuan dari orang lain secara utuh dapat menjadikan diri lebih nyaman untuk terlus melaksanakan rencana hidup.

Lalu apa yang harus dilakukan setelah memiliki ikatan dengan orang lain yang telah ingin membiayai kita untuk suatu hal, dan kenyataannya itu adalah setengah perjalanan yang dijanjikan.??? Bingung tergantung adalah jawaban yang penulis rasakan saat ini. Memiliki rasa malu adalah lumrah bagi setiap manusia, namun lumrah juga jika rasa kesal ada dalam dada karena ketidakpastian akan apa yang telah diucapkan. Cobaan dan kesabaraan adalah lontaran penyemangat yang terus penulis terima. Tak ada yang bisa diandalakan, seakan kita hidup tak lagi bisa memberi makna. Sebelah mata memandang meratapi, dengan senyuman dibibir yang sinis tertanda itu untukku. Doa dan impian adalah milikku yang abadi saat ini, sengsaralah penulis jika hanya kedua hal itu saja tak punya. Penulis beruntung penulis masih memilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.