secretly

Pagi yang memabukkan.
Mengapa ku bilang seperti itu? Karena ketika ku membuka mataku, ku harus membiarkan pikiranku terenggut oleh sesuatu yg selama ini menyita waktuku. Ya, tak seperti kebanyakan orang, setelah bangun tidur segera mempersiapkan dirinya untuk melakukan segala macam aktifitas. Sedangkan aku? Masih bermalas-malasan dalam balutan selimut yang membalut tubuhku dari terpaan dingin yang menggoda malam. Ya tentu. Ada seberkas perasaan yang entah dinamakan apa yang membuatku merasa sedikit terganggu. Entah perasaan apaaa yang membuat kadar serotonin dalam tubuhku lenyap seketika. Hanya saja yang ku rasaaaa, merindukan seseorang yang mungkin takkan pernah tau bahwa dirinya dirindukan. Miss secretly. Ya, tepat sekali. Kalut. Mungkin kata itu yang tepat untuk mendeskripsikan sbuah akibat dari menurunnya kadar serotonin dalam tubuh.
Dalam hidup, memang dihadapkan dengan banyak pilihan bukan?
Dalam merindukan seseorangpun kita harus dihadapkan oleh dua pilihan, menunjukan kerinduan kita terhadap seseorang yang kita rindukan, atau . . . Membiarkan perasaan rindu itu terkubur dalam-dalam.
Setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing atas itu.
Tapi seperti kata pelantun sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penulis raksasa dari jogja ini,
“tak seperti perindu lainnya, aku takkan mencarimu”
Yah, aku mungkin merupakan anggota dari himpunan orang-orang yang enggan menunjukkan kerinduannya.
Yah. Mungkin.
Hidup itu harus memilih bukan? :’)
Pilihan itu memang terkesan tak adil yah. Tapi begitulah hidup.
Apalagi bagi orang-orang yang hanya bisa memendam dan menyimpan dalam-dalam perasaannya.

“terkadang kita memang harus menyembunyikan perasaan yang akan percuma jika diungkapkan, seperti halnya merindukan dalam diam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.