Antara Aku dan Mereka

Kehidupan dunia tidak terlepas dari hirup pikuk kerumunan masyarakat yang berbeda jenis, ideologi, agama, suku, bangsa dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan di antara mereka. Perbedaan bukanlah hal yang tabu untuk diperbincangkan, dan juga bukan hal yang fenomenal yang harus kita terkagum-kabum pada perbedaan itu sendiri.

Perbedaan adalah hal lazim di kehidupan masyarakat, karena perbedaan adalah kenyataan yang mau dan tidak mau akan terjadi di masyarakat. Jangan di masyarakat, dikeluargapun sering terjadi perbedaan, dan jangan kan lagi di keluarga, dengan pasangan hidup pun kadang banyak sekali perbedaan di antaranya.

Untuk itu, kita harus menyadari bahwa perbedaan itu memang benar-benar suatu kenyataan hidup yang kita tidak mungkin untuk menghapusnya di dunia ini.

Akan tetapi ada hal yang unik yang mesti kita perbincangkan disini, ada segelintir orang yang mengklaim bahwa perbedaan, terus dikaitkan dengan toleransi dan akhirnya dibuat dan dijadikan sebuah ideologi yang bernama ‘PLURALISME’. Ideologi pluralisme mengklain adanya toleransi beragama dan menganggap semua agama adalah sama.

Yupz, jika memang benar begitu adanya, coba kita perhatikan hal tersebut, si A beragama B, dan si C beragama D. Ketika si A berkeyakinan bahwa agama B adalah benar, apakah si A harus memaksa si C untuk menganggap benar agama B? Jelas itu namanya bukan toleransi, akan tetapi memaksakan kehendak keyakinan orang lain untuk menganggap benar keyakinan si A.

Toleransi, kemajemukan dalam beragama bukanlah hal yang mesti diperdebatkan dan tidak perlu juga di agung-agungkan menjadi sebuah ideologi. Biarkanlah si A menganggap benar agama B tanpa mengusik agama si C dan si C biarkanlah menganggap benar agama D tanpa harus beranggapan bahwa agama si A adalah salah.

Toleransi inilah yang harus kita pelihara tanpa memperdebatkan keyakinan orang lain, biarkan mereka meyakini kepercayaannya sesuai dengan selera mereka. Begitu juga dengan kita tanpa diganggu oleh orang yang berkeyakinan yang berbeda akan senantiasa tentram dalam menjalani kehidupan ini.

Saya tekankan, toleransi bukanlah sebuah ideologi, tapi toleransi adalah hal yang wajar ada dikehidupan masyarakat. Untuk itu saling menghargai adalah kunci utama dalam kita menjaga kerukunan dalam beragama.

Kita yakin dengan kepercayaan kita, dan mereka juga yakin dengan kepercayaan mereka masing-masing. Lantas, jangan memaksa orang lain untuk menganggap benar keyakinan kita sehingga semua beranggapan bahwa semua agama adalah sama. Jelas hal tersebut (menganggap semua sama) adalah hal keliru.

Ini masalah keyakinan, biarkan untuk menentukan benar dan salahnya nanti ia pertanggung jawabkan dengan tuhannya sendiri-sendiri. So, dengan begitu, jangan memaksa orang lain untuk menganggap benar keyakinan kita, tapi biarkanlah perbedaan itu mengalir di kehidupan masyarakat dengan sendirinya. Karena mau tidak mau perbedaan itu pasti ada, ini adalah hal yang mutlak, jangan kita agung-agungkan jadi sebuah ideologi donk. Kalau udah tahu begitu ya sudah biarkan begitu, semakin di agung-agungkan justru perpecahan akan semakin terjadi.

Stop berbicara perbedaan dan mari kita bangun bersama Indonesia yang hijau ini supaya lebih baik lagi. MERDEKAAAAAAAAAAAAAA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.