Generasi Pelurus Bangsa Ini

Janganlah mau menjadi generasi penerus bangsa ini, tapi jadilah generasi pelurus bangsa ini. Sekarang bangsa Indonesia tengah dilanda banyak bencana dimana-mana. Bencana alam sudah bukan hal yang aneh, tidak dibuat-buat juga itu bakalan terjadi, tapi ada bencana yang dibuat-buat oleh tangan manusia yang itu sangat merugikan bangsa Indonesia.

Bencana itu adalah ‘A Bed Goverment’, bobroknya pemerintahan Indonesia oleh kaki tangan orang ‘pintar’ tapi kebelinger sehingga korupsi marak dimana-mana. Korupsi tidak terjadi hanya di pusat pemerintahan saja, akan tetapi ke tingkat desa hingga RT/RW seolah hal tersebut adalah wajar, karena banyak orang yang memakluminya.

Kemarin kita mengetahui, hakim tertinggi di republik ini, yang biasa menghakimi warganya kini menjadi saksi dan terdakwa di persidangan. Dialah sang pembuat keputusan sengketa hukum tertinggi di republik ini, Akil Mochtar.

Bayangkan saja, Mahkamah Konstitusi itu merupakan penegak hukum tertinggi yang mengurusi soal konstitusi negara ini. Suatu undang-undang bisa digugat dan dipersoalkan melalui mahkamah konstitusi. Bayangkan saja, undang-undang yang menjadi dasar bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bernegara harus dipertaruhkan keberlangsungannya di tangan seorang Akil yang waktu itu menjabat sebagai ketua MK.

Tapi itulah, ‘A Bed Goverment’ terparah yang pernah kita temui di republik ini. Akil korupsi, terima suap miliar rupiah, ada narkoba diruang kerjanya dan lebih parah lagi. Tidak sepatutnya seorang penegak hukum tertinggi bangsa ini berkelakuan seperti si Akil.

Sungguh mau dibawa kemana negeri ini? Untuk itu, kita sebagai kaum muda, janganlah mau jadi generasi penerus bangsa ini. Janganlah kita jadi generasi penerus si Akil, yang dulu korupsi, kita juga jadi generasi penerusnya korupsi juga. Dulu para pejabatnya main perempuan, kita sebagai anak muda jangan mau jadi penerus pejabat yang seperti itu, dulu pejabatnya pakai narkoba, kita jangan mau jadi generasi penerus pengguna narkoba.

Jadilah generasi pelurus bangsa ini, yang mampu meluruskan setiap tikungan-tikungan tajam yang dapat menjerumuskan bangsa ini ke lembah keniscayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.