Diluar Ada yang Senam, Dikamar Masih Galau

Tepat jam enam pagi, suara motor di depan terdengar, dilihat kirain mang Aaf yang biasa kesini untuk membersihkan seluruh isi ruangan, ternyata bukan, ia adalah dua orang makhluk ciptaan Alloh yang datang hendak melaksanakan acara senam dan berbagai aktivitas lainnya disini.

Jreng jreng jreng, seperti kemarin, suara musik terus begemuruh ditengah kegalauan ini. Musik-musik asyik diluar distel dengan kerasnya untuk untuk mengiringi setiap gerakan senam. Tapi tidak untuk hati ini, sepertinya musik yang di gaungkan bertolak belakang dengan intonasi hati ini.

Maunya yang selow-selow seperti lagu fatin ‘Aku Memilih Setiap’, enak kedengarannya. Tapi musik didepan malah goyang poco-poco, parah, mengganggu konstelasi hati saja.

Sudah tahu galau, masih saja musik didengungkan dengan kerasnya, sungguh tidak berperasaan sama sekali. Tidak tahu mereka kalau dikamar kecil ini ada makhluk yang sedang galau sejak dua hari kemarin.

Tapi seperti itulah, mereka-mereka, saya-saya, semuanya berjalan masing-masing walau hidup dalam satu barisan yang sama.

Biarkan diri ini galau, dan biarkan diri mereka menghibur pribadinya dengan goyangan-goyangan senam di pagi hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.