SBY ke Sumedang, Apa Agenda di Balik Layarnya?

Beberapa hari sebelum kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini ke Sumedang, suasana di sepanjang jalan kota Sumedang tampak tidak seperti biasanya. Banyak mobil-mobil berwana kuning yang memilki kapasitan bertonton itu berjejer di atas jalan yang rusak. Bunderan alamsari, yang kita biasa lewat dengan begejolakpun, kini diperbaiki untuk menyambut kedatangan SBY ke Sumedang. Tidak hanya itu, lampu-lampu di sepanjang jalan kota Sumedang pun terlihat terang terpasang.

Sedangkan kita, yang notabene orang Sumedang asli, sudah lama merasakan gejlokan jalan-jalan yang rusak parah. Sebetulnya apa yang hendak dipertontonkan oleh pemerintah Sumedang kepada masyarakatnya dalam menyambut sang presiden.

Tumben baru kali ini SBY ke Sumedang yang kapasitasnya sebagai presiden RI, hampir habis masa jabatannya menjadi presiden selama dua periode, SBY, tatkala anak buahnya dari kader Demokrat terpilih jadi Bupati Sumedang secara aklamasi mengikuti mekanisme Undang-undang, karena Bupati terpilih yang merupakan tokoh sentral Sumedang telah meninggal dunia, otomatis wakilnya yang maju menggantikan beliau.

Tidak lama setelah Ade Irawan di angkat secara resmi menjadi Bupati Sumedang oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, tiba-tiba tersiar kabar dengan riuhnya SBY akan ke Sumedang. Presiden RI yang sekaligus menjadi ketua Dewan Pembina Partai Demorat ini mengunjungi Sumedang yang telah dipimpin oleh Bupati yang juga kader Demokrat.

Tidak ada yang salah secara hukum disini, namun, secara, kita yang sudah lama tinggal di Sumedang, setiap harinya terbiasa dengan gejolak jalan yang rusak parah, tapi, tatkala sang presiden datang, jalan disulap menjadi mulus seketika. Sungguh pemandangan yang mesti dipertanyakan.

Kenapa rakyat yang setiap harinya melewati jalur rusak parah masih kurang diperhatikan oleh pemerintah, sedangkan ketika ‘big bos’ berkunjung ke Sumedang hanya 2 hari saja tidak boleh merasakan jalan yang bergejolak. Ini sungguh ada ‘diskriminasi’ kepada pengguna jalan di Sumedang. Seolah pemerintah setempat tebang pilih dan kelihatan ABS (Asal Bos Senang).

Banyak juga dalam penyambutannya, anak sekolah yang seharusnya belajar, tapi malah berada di pinggir jalan sambil memegang bendera kecil berwarna merah dan putih.

Pikir penulis, kenapa tidak setiap hari saja pa Presiden itu ke Sumedang, suruh dia keliling-keliling Sumedang, dijamin, jalan sepanjang ruas kabupaten Sumedang akan mulus.

*justKIDDING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.