Kejutan yang Berharga Dari Sekum

Semalam menggelar rapat yang cukup besar skala kabupaten, walaupun tidak ikut, hanya mendengarkan dari luar saja. Hasil rapat yang digelar semalam itu benar-benar berdampak seurius pada penulis.

Sebelum rapat resmi ditutup mata inipun sudah sayup dan akhirnya tertidur sebelum rapat usai. Sehabis rapat di gelar, teman yang sama-sama dari Tanjungkerta pun datang menghampiri, “Mat, hayu… Mau pulang gak?” Tanyanya. “Iya silahkan saja, ini kepala saya pusing, silahkan saja pulang.”

Tak lama kemudian tubuh ini tertidur lagi sampai shubuh. Pagi harinya, saya tanya ke teman yang tidur sekasur. “Semalam saya bangun ya?” Teman saya yang dari Tanjungkerta kemana? Dia pun menjawab, “Bukannya sudah kamu suruh pulang?” Alamak, aku malu sendiri, kirain semalam itu cuma mimpi, ternyata memang nyata, gubrak.

Semalam memang setengah sadar, alias ‘ngalindur’, tapi dianggap seurius mungkin. Jadi ditinggal sendiri disini.

Tidak jadi pulang dan akhirnya memilih online kembali untuk membuat satu akun Facebook lagi pesenan teman untuk berjualan baju lewat online. Tiba-tiba ada mang Aap menghampiri, “Ieu mat STNK, motorna diluar anu Kharisma, Amang mah rek jadi Satpol PP”. Diam sejenak diri ini, apa maksudnya mencoba merenungi, sudahlah biarkan saja tidak perlu supprise juga. Kita ikuti saja alurnya kemana.

Ketika mang Aap minta diantarkan pulang, baru maksudnya terjawab dan mang Aap pun menceritakan yang sebenarnya. Ternyata itu pemberian dari Sekum. Mungkin output dari hasil rapat semalam, “Mangga bade di angge lima taun sapuluh taun ku Mamat ge, ke uras urus suratna mah ku amang,” Mang Aap menegaskan ketika sudah sampai dipinggir jalan dekat rumahnya dan sayapun berbalik arah dan kembali pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.