Hampir Muntah di Rumah Sakit

Siang sekitar pukul 14.00, tiba-tiba ada orang yang menghampiri menunjukkan SMS yang tertera di dalam hapenya. “Baca ini mat…” suruhnya. “Oh ia, harus sekarang?” tanyaku pada dia. ” “Itu di SMS nya gimana?” tanyanya lagi, “Oke deh sekarang saya kesana,” jawabku memberi kepastian. Sebelum berangkat menjenguk yang sakit, akupun mandi terlebih dahulu dan menunggu adzan asar tiba. Setelah semuanya siap lalu bergi ke RSUD Sumedang, menjenguk Pa Nono yang sudah 3 hari terbaring di Rumah Sakit.

Dari SMS yang memberikan intruksi, sebetulnya bukan untuk menjenguk, tapi memang sengaja disuruh membantu keluarganya untuk nungguin Pa Nono di Rumah Sakit. Ada istrinya yang nungguin Pa Nono, tapi sudah seharian penuh dia di Rumah Sakit, sedangkan di rumah, anak-anaknya pada nanyain ingin ke ibunya, pekerjaan rumahpun tak luput dari perhatian istrinya. Untuk itu ia meminta ada yang menjaga suaminya sementara sebelum nanti malam akan ada orang tuanya menjagain suaminya.

Akupun terenyuh dan segera bergegas menjaga Pa Nono, dari asar hingga isya. Didalam rumah sakit sekitar 3-4 jam ku terdiam, tidak biasa dan mungkin belum pernah sebelumnya menunggu yang sakit selama itu. Namanya juga rumah sakit, sudah barang tentu aura udaranyapun sangatlah berbeda, banyak bau obat disana. Karena hidung ini belum terbiasa oleh suasana seperti itu, maka satu jam pertama tubuh ini yang tadinya kedinginan tiba-tiba keringat keluar, jaket yang dipakaipun dilepas karena badan merasa panas.

Sejenak ijin ke Pa Nono untuk keluar, demi menghirup udara segar, dan ternyata setelah dipikir-pikir, rasa mual yang ada itu bukan dikarenakan hanya dari udara rumah sakit saja. Tapi memang perut ini juga belum terisi makanan sejak siang, maka dari itu, berinisiatif membeli nasi kuning yang ada di kantin rumah sakit. Alhamdulillah setelah perut terisi dan minum air teh hangat tubuh ini kembali bugar dan menjagain Pa Nono lagi.

Pa Nono adalah saudara, walaupun bukan saudara dekat dari nasab keluarga, tapi kedekatan bersama beliau dimulai dari sebuah organisasi. Baliau juga sekaligus guru dari sekolah yang dibuat oleh organisasi tersebut. Kebetulan saya juga di organisasinya menjabat sebagai humas untuk membantu soal kemediaan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.