Mencoba Berlari Tuk Meraih Mimpi

Bagaimana bisa bergerak kalau rasa sakit masih terus menghampiri. Bagaimana bisa berlari kalau rasa sakit masih terus ada. Keinginan untuk berlari jika terus dipaksakan akan percuma. Bisa sih bisa, cuma kalau pincang tidak akan tahan lama. Lama-lama akan kembali terdiam dan merintihi rasa sakit itu.

Dalam hati aku ingin terus bergerak, aku ingin terus berlari untuk mewujudkan mimpi-mimpiku selama ini. Tapi, tidak bisa dipungkiri, aku hanyalah manusia biasa yang juga memiliki hati, hati yang lemah.

Kini, aku tidak bisa terus berlari dalam kondisi yang seperti ini, sekarang aku tidak akan memaksakan kehendakku. Aku tidak akan berlari dulu sebelum semua rasa sakit dalam tubuh ini sembuh.

Semangat tinggal semangat, semua hilang tak tersisa dilahap habis oleh rasa sakit yang sudah lama belum juga menemui obatnya.

Tidak ada lagi semangat dalam hidup ini, sebelum rasa sakit ini bisa benar-benar sembuh.
Berbagai macam cara kulalui untuk melupakan semuanya, tapi tetap hati kecilku berkata tidak bisa untuk melupakan semuanya. Ketika ingat, semua kembali ke semula, tidak juga aku bisa berlari sebelum rasa sakit ini benar-benar sembuh.

Kini aku berpasrah diri, belajar untuk bersabar dan ikhlas. Aku tidak akan melakukan apapun sebelum rasa sakit ini benar-benar terobati, percuma aku terus berlari menyongsong mimpi kalau masih membawa ‘secuil’ rasa sakit yang belum terobati.

Lupakan semua angan, lupakan semua mimpi, lupakan semua yang aku cita-citakan dalam hidupku, kubur semua itu dalam-dalam sampai benar-benar terkurai tak tersisa, lalu aku akan mencoba untuk berlari lagi mengejar mimpi-mimpiku dengan tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.