Bencana Alam Ataukah Bukan?

Belum juga benar-benar dingin masalah Gunung Sinabung, tiba-tiba sejak kemarin ramai diberitakan meletusnya Gunung Kelud yang super dahsyatnya melebihi letusan Sinabung.

Entah apa yang tengah dipertunjukkan para punggawa alam yang gagah berani ini kepada manusia. Seolah para Gunung hendak bersua pada kita, memberikan nasehatnya lewat letupan dan juga petir-petir diatas wedus gembel yang menyeliputinya.

Ketika melihat foto yang di upload salah satu teman di WhatApps, betapa mengerikannya wajah Gunung Kelud. Awan hitam, dengan pancaran petir yang menggurita, terlihat memerah ke bagian bawahnya mengeluarkan cahaya pula seperti api dalam air yang mengalir. Sungguh-sungguh mengerikan melihat foto itu. Sambil membayangkan, mencoba merasakan jika diri ini sedang berada disana.

Wahai Sinabung dan juga Kelud yang baru saja mempertunjukan auranya kepada kami yang tampak begitu ganas itu. Apakah benar pertunjukkanmu itu adalah karena sikap kami selama ini pada alam?

Kami akui, khususnya saya pribadi sebagai manusia merasa telah berbuat aniaya terhadap alam, kami bangun pabrik dimana-mana, dari pabrik itu kami hasilkan asap yang mencemari udara, dari pabrik itu kami hasilkan limbah yang beracun mencemari sungai. Kami juga kemana-mana sekarang menggunakan mesin, mesin yang membuat lapisan ozon semakin tipis akibat dari buangan gasnya.

Wahai kelud, aku sebagai manusia sangat-sangat mengerti akan makna pertunjukanmu itu. Kami yang selalu angkuh, ternyata tidak bisa melebihi kehebatanmu Kelud.

Kelud, sampai kapan kau akan seperti ini? Kuharap kau mengerti juga, ketika diantara. Makhluk sejenis kami yang telah mengakui kesalahannya, ku harap kau juga segera memaafkannya dengan cara kau sudahi amarahmu itu.

Dampaknya, dari sisa amarahmu telah kami rasakan sampai ke Sumedang kini. Sisa-sisa keganasanmu dalam menghembuskan segala amarahmu telah terasa debunya bertebaran dikota kami, yang orang mengenalnya sebagai kota tahu.

Kumohon kelud, silahkan binasakan orang yang sekiranya tidak tunduk kepada penciptamu dan kumohon jangan pernah kau sakiti orang-orang yang tunduk patuh pada penciptamu, karena itulah satu-satunya harapan yang bisa mengembalikan alam sesuai kehendakmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.