Kok Malas Menulis

Akhir-akhir ini sejak peristiwa itu bersama si Bungsu, gairah untuk menulis menjadi berkurang drastis. Semangat untuk mengolah kata bahkan isu menjadi benar-benar terjun bebas. Entah apa alasannya bisa seperti itu, mungkinkah suasana hati yang jadi penyebabnya atau bukan, saya tidak tahu, yang jelas sekarang yang dirasakan oleh penulis ada benar-benar sedang krisis semangat menulis.

Kalau hanya sebatas coretan-coretan seperti ini mudah saja dituangkan ke dalam sebuah blog. Akan tetapi kalau untuk menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain seperti masih terlalu kurang kadar semangatnya untuk mencoba menulis kembali.

Dulu, ketika menulis itu butuh adrenalin yang kuat untuk memicunya, sehingga semangatpun selalu berkobar tatkala sedang menulis. Ide-ide selalu bermunculan walau sekedar hanya untuk menulisankan analisa singkat, tapi semua itu dilakukan dengan penuh gairah.

Namun kini, semua itu rasanya tidak dirasakan lagi. Menulis paling sekarang hanya sebatas memindahkan ‘gretes hate’ kedalam bentuk tulisan, tidak lebih seperti itu. Orang mungkin lebih mengenalnya dengan istilah Curhat, Curahan Hati.

Hanya bisa seperti itu sekarang, curhat-curhat saja semua isi tulisannya. Sangat jarang untuk melakukan analisa kedalam bentuk tulisan, opini juga jarang. Semuanya jadi sangat jarang menulis yang melibatkan pemikiran ekstra, adrenalinpun hanya bisa bergetar biasa saja.

Curhat, curhat, curhat itu kan hanya sebatas mengalirkan suasana hati saja kedalam sebuah tulisan, tantangannya pun tidak begitu berat, cukup enjoy-enjoy saja menulisnya juga bisa sambil tiduran.

Tuhan kenapa hal ini terjadi padaku, aku tidak ingin patah semangat seperti ini. Tuhan tolong kembalikanlah jiwa yang selalu berkobar semangatnya waktu menulis itu. Karena aku yakin Tuhan, dengan tulisanku aku bisa merubah dunia, lebih jelasnya bisa merubah sebagian dari dunia ini, tepatnya bagian dunia yang bernama Sumedang dalam peta.

Akupun berjanji, akan menjadikan hal yang lebih baik lagi untuk diriku dan keluargaku melalui tulisan-tulisanku. Karena lewat tulisan, kini sudah bukanlah ranah keisengan belaka ataupun hobi dan sejenisnya, tapi dengan tulisan akan kubuat menjadi satu komoditas untukku mencari nafkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.