Penjajahan Bahasa Harus Dihapuskan Selenyap-lenyapnya. MERDEKA!!!

Ada orang yang sosoan pake bahasa Inggris, padahal ia orang Indonesia asli, dan mereka bangga dengan itu.

Padahal jarang sekali kita temui orang Inggris yang sosoan pake bahasa Indonesia, dan mereka bangga dengan itu.

Dan anak muda sekarang jarang kita temui bangga pake bahasa Sunda (baca:update status pake bahasa Sunda) padahal mereka keturunan orang Sunda asli. Tapi kalau pakai bahasa Inggris baru tahu dikit aja langsung jadi status.

Bukannya kita disini tidak mau belajar bahasa Inggris, tapi ini menyangkut harga diri bangsa. Kita dituntut belajar bahasa Inggris sampai jadi Ujian Nasional di negara kita. Apa mereka orang Inggris belajar bahasa Indonesia sampai seheboh itu?

Seharusnya mereka yang belajar banyak bahasa kita, karena banyak perusahaan mereka yang meraup untung dinegara kita.

Bukan sebaliknya, bangsa kita yang bangga belajar bahasa mereka karena itu merupakan bahasa Internasional katanya dan ujung-ujungnya kita sendiri yang berlomba-lomba masuk diperusahaan mereka dengan segudang predikat bahasa Inggris yang kita kuasai.

Sadar hey kawan, bahasa Inggris bukanlah kebiasaan apalagi budaya kita. Kita harus pelajari itu semata hanya untuk mengambil keuntungan dari mereka (contoh:Google Adsense), mereka juga orang Inggris belajar bahasa kita ujung-ujungnya untuk mengeruk harta kekayaan bangsa kita.

Kita harus sadar disini, ketika penjajahan secara fisik sudah tidak memungkinkan diberlakukan lagi di Republik ini, maka bangsa asing akan masuk lewat jalan lain untuk menjajah kita, salah satunya lewat bahasa.

Sekarang kita harus berkaca pada Undang-undang Konstitusi kita; “Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”. Termasuk penjajahan lewat bahasa yang harus dilenyapkan selenyap-lenyapnya sampai ke akar-akarnya. MERDEKA!!!

Entri ini ditulis dalam Curahan Hati dan di-tag oleh Mamat Munandar. Buat penanda ke permalink.

Tentang Mamat Munandar

Mamat Munandar "Matmund Newbie" (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 28 Oktober 1990) adalah seorang blogger, penulis, fotografer, serta mantan wartawan Sumedang Ekspres (Koran Harian Pagi Sumedang, Lokal, Jawa Pos Group) dan juga mantan kameramen di SMTV (Televisi Swasta Lokal di Sumedang, PT. Sumedang Televisi Utama, Jawa Pos Group).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.