Upaya Demarketing Aher/Jabar Dengan Memunculkan Citra Buruk Pada Pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat

Ahmad Heryawan merupakan Gubernur yang kaya akan prestasi di negeri ini, bahkan bisa dikatakan bahwa beliaulah satu-satunya kepala daerah yang memiliki banyak prestasi, sudah ada ratusan prestasi yang beliau raih selama kurun waktu 8 tahun ini yang tidak dimiliki oleh kepala daerah manapun.

Namun sangat disayangkan, dibalik prestasinya itu tidak banyak orang yang tahu, karena selama ini kerja-kerja beliau tak terlalu diagung-agungkan oleh media.

Gubernur yang juga seorang ulama ini tak jarang selalu mendapat serangan-serangan yang menyakitkan dari lawan-lawan politiknya.

Saat ini pun ketika PON 2016 digelar di Jawa Barat, hampir seluruhnya anggaran di tanggung oleh Jawa Barat, venue PON juga dilaksanakan seluruhnya di Jawa Barat, bahkan selogan Jabar Kahiji (Jabar No. 1) sudah terwujud dengan raihan medali emas yang paling banyak, meninggalkan jauh lawan-lawannya. Sangat tidak mungkin posisi Jabar Kahiji disalip oleh Provinsi-provinsi lain.

Dibalik pesta pembukaan PON yang sangat megahpun dengan kombinasi teknologi modern dan juga tradisional ini tak ayal banyak pihak yang melakukan upaya demarketing Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, dengan memunculkan citra buruk pada kesuksesan Penyelenggaraan PON 2016 di Jawa Barat.

Di Sumedang pun tempat penulis tinggal, serangan-serangan untuk memunculkan citra burukpun secara bertubi-tubi dilancarkan oleh media-media Nasional maupun lokal. Dari mulai pungutan ilegal kepada para atlit, fasilitas air yang keruh, bonus yang tidak sesuai diharapkan, prestasi atlit kurang di perhatikan dan lain sebagainya.

Tapi semua itu takkan ada artinya, karena disetiap kegiatan, apalagi skala Nasional yang melibatkan ratusan ribu orang kendala-kendala pasti ditemui di lapangan.

Namun yang jadi kendala, ketika keburukannya itu di ekpose terlalu dibesar-besarkan sedangkan prestasinya biasa saja, bahkan minim.

Sulit dipungkiri, kini Jabar benar-benar nomor satu sebagaimana slogannya ‘Jabar Kahiji, Berjaya di Tanah Legenda’. Jawa Barat jadi punya fasilitas olahraga yang mumpuni semenjak adanya PON 2016. Dengan adanya suntikan dana dari APBD Jawa Barat, fasilitas-fasilitas olahraga jadi jauh lebih baik. Di Sumedang misalnya, sejak adanya PON Cabang Olahraga Paralayang dan Gantole di Batudua dan Kampung Toga jadi punya fasilitas yang bagus, jalan menuju kesana jadi mulus dihotmix dan banyak masyarakat yang berbondong-bondong pergi kesana, walau hanya sebatas numpang selfie. Ditambah lagi dengan ekonomi dan pariwisatanya, tentunya akan naik pesat. Di Sumedang saja jadi banyak pengunjungnya venue PON dan banyak pelaku ekonomi disana.

Namun tetap, dibalik kesuksesannya itu, pasti ada pihak-pihak yang nyinyir dan tidak ingin ‘Jabar Kahiji, Berjaya di Tanah Legenda’. Buktinya banyak serangan-serangan dari media untuk membangun citra buruk Penyelenggaraan PON 2016 di Jawa Barat.

Saat inipun ada polling di Twitter yang dilakukan oleh detik.com untuk melakukan hal tersebut, mari kita gagalkan rencana tersebut dengan ikut polling dan pilih SANGAT BAIK atau BAIK. Silahkan kunjungi polling melalui link dibawah ini :

MASA AKTIF POLLING HANYA SAMPAI KAMIS MALAM INI.

Bersama-sama mari kita jaga Jawa Barat, semoga Jabar tetap kahiji sepanjang masa. Merdeka…!!!

Satu pemikiran pada “Upaya Demarketing Aher/Jabar Dengan Memunculkan Citra Buruk Pada Pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.