Soal Nasionalisme, Jokowi Harus Belajar Dari Erdogan

Beberapa hari terakhir beredar luas secara viral melalui media sosial presiden Republik Indonesia Joko Widodo ‘menginjak’ bendera merah putih yang berada disekeliling panggung tempat ia berdiri untuk memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tanggal 1 Oktober 2016.

Banyak orang melalui akun media sosialnya menyebutkan bahwa bapak presiden ‘menginjak’ bendera merah putih. Untuk lebih jelasnya, lihat foto dibawah ini :

Foto yang diduga Jokowi 'injak' bendera merah putih yang menjadi viral di SosMed

Foto yang diduga Jokowi ‘injak’ bendera merah putih yang menjadi viral di SosMed

Melihat foto di atas sebetulnya, bukan presiden menginjak bendera, tapi presiden berdiri diatas podium merah putih. Tapi karena fotografer memotretnya dari depan, seolah presiden berdiri diatas bendera merah putih. Ini yang membuat banyak netizen merasa prihatin, karena seolah sekelas presiden melecehkan bendera merah putih dengan memposisikannya berada dibawah kakinya sedangkan presiden berdiri diatasnya.

Selain itu juga, kemudian ada foto ‘balasan’ yang menunjukkan bahwa tak hanya Jokowi yang berfoto demikian. Tapi presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun ketika masih menjadi presiden pernah tertangkap kamera sama persis seperti foto Jokowi diatas.

Selain Jokowi, SBY juga pernah berdiri di podium merah putih.

Selain Jokowi, SBY juga pernah berdiri di podium merah putih.

Berbagai macam tanggapan bermunculan, ada yang pro dan juga ada yang kontra, salah satunya muncul dari walikota bandung Ridwan Kamil yang menyebutkan bahwa yang berada dibawah kaki presiden itu bukan bendera, tapi hanya dekorasi yang berwarna merah putih.

Ridwan Kamil menanggapi soal dugaan presiden menginjak bendera merah putih

Ridwan Kamil menanggapi soal dugaan presiden menginjak bendera merah putih

Dari semua itu, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa apapun itu bentuknya, karena diduga mirip dengan bendera Negara Republik Indonesia, tidak sepatutnya dibuat main-main apalagi dilecehkan. Walaupun niatnya baik untuk mendekorasi supaya terlihat lebih nasionalis dengan membuat podium yang bercorak bendera kebanggaan Republik Indonesia, tapi kalau posisinya salah tetap akan menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Apalagi selama ini banyak isu miring yang disematkan kepada Jokowi seputar asal-usulnya yang diduga keturunan keluarga PKI, dan kedekatan Jokowi dengan orang-orang komunis dan negara Cina yang berhaluan komunis. Sedangkan kita kitahui bersama bahwa PKI di republik ini adalah musuh bersama dan pengkhianat NKRI.

Namun pemandangan berbeda dapat kita saksikan dengan sikap nasionalisme presiden Turki yang mengambil bendera kecil negaranya yang diletakan dibawah sebagai ciri para kepala negara peserta G-20 di Rusia untuk berada di atasnya untuk difoto bersama.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengambil bendera negara kecilnya yang berada dibawah kaki pada pertemuan G-20.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengambil bendera negara kecilnya yang berada dibawah kaki pada pertemuan G-20.

Ketika saat itu juga, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dengan segera mengambil bendera kecilnya yang kemudian ia simpan kedalam sakunya. Kelakuan itulah yang kemudian juga menjadi viral di sosial media. Dengan sekilas kita bisa melihatnya sebagai isyarat, bahwa seorang kepala negara sangat mencintai tanah airnya, sehingga ia tidak rela melihat bendera kebesaran negaranya berada dibawah kaki.

Inilah yang harus jadi pelajaran bagi siapapun, tidak hanya presiden untuk benar-benar menghargai simbol-simbol, lambang-lambang kebesaran negara untuk tidak diletakan bukan pada tempatnya, tapi harus berada di tempat yang tinggi dan juga terhormat.

Satu pemikiran pada “Soal Nasionalisme, Jokowi Harus Belajar Dari Erdogan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.