LIMA SATU

fb_img_1478603656491

Hati-hati adu domba, Politik Devide et Impera, penjajah datang ke Indonesia menghabisi pribumi yang prontal terhadap penjajahan dengan pribumi lagi.
.
Bagaimana ketika Proklamasi 45 terngiang di telinga Belanda, berikutnya ada agresi Militer hingga terjadi perjanjian Linggarjati (Indonesia Hanya Wilayah Jawa), kemudian di khianati dan puncaknya perjanjian Renville (Indonesia Tinggal Jogja).
.
Tapi di Jawa Barat, umat Islam bangsa Indonesia masih terus melakukan perlawanan terhadap penjajah, konon katanya pasokan senjata nya juga di suplai oleh Jendral Sudirman yang Hijrah ke Jogja dan beliau berharap Umat Islam sebagai benteng terakhir untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
.
Melihat masih adanya perlawanan dari umat Islam bangsa Indonesia, Belanda pun melanggar perjanjian Renville dan memboyong Sukarno Hatta ke negerinya hingga terjadilah Konferensi Meja Bundar, Indonesia dibentuk menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Sukarno Hatta sebagai kepala negaranya. Artinya Negera itu yang dibentuk atas kesepakatan Belanda memiliki hubungan yang erat dengan penjajah.
.
Alhasil umat Islam yang dulu berjuang melawan penjajah pun dihabisi dengan kaki tangan pribumi sendiri.
.
Tak sampai disitu, umat Islam, selain mengakar di rimba, dihutan-hutan, di pemerintah pun tidak tinggal diam, melalui mosi Natsir dikembalikan lah Indonesia menjadi NKRI, dan setelah itu hasil kesepakatan tokoh Islam dengan nasionalis sebagai jalan tengah presiden Sukarno mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli 1959.
.
INDONESIA KEMBALI KEPADA UUD 1945 YANG DIJIWAI OLEH PIAGAM JAKARTA.
.
Nah piagam Jakarta inilah yang dikhawatirkan oleh rezim kontra Islam, dengan semangat persatuan dan kesatuan melalui kasus penistaan agama tidak menuntut kemungkinan umat Islam bangsa Indonesia, tidak melihat partai nya apa, ormasnya apa, mahzabnya apa. Tapi satu tujuan, umat Islam bangsa Indonesia ingin mengatur dirinya sendiri sebagaimana yang termaktub dalam piagam Jakarta point ke Satu, KETUHANAN YANG MAHA ESA DENGAN MENJALANKAN SYARIAT ISLAM BAGI PARA PEMELUKNYA.
.
Karena untuk kasus penjarakan ahok terlalu kecil kalau harus jutaan umat Islam bangsa Indonesia turun kejalan. Lalu presiden terus melakukan safari politik nya dengan mengunjungi ormas-ormas Islam pasca 411, sedangkan para peserta aksi yang datang ke Istana beliau tinggal kan. Mondar mandir kesana kemari, kunjungi pasukan TNI Polri. HATI-HATI UMAT ISLAM JANGAN MAU DI ADU DOMBA.
.
Penulis : Mamat Munandar (Wartawan yang pernah dikeroyok oleh Ormas yang mengusung nama besar Pancasila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.