MAPAN DULU, APA NIKAH DULU? Pertanyaan yang Membuat Galau Para Jomblo

Sebelum nikah, di usia 20-24 tahun, saat itu masa-masanya paling galau sedunia. Saya yakin hal tersebut juga saat ini sedang melanda para Jomblowan/Jomblowati diseluruh dunia, apalagi yang sedang baca tulisan ini.

Menurut pengalaman saya, pertanyaan tersebut akan terjawab ketika kita sudah menikah. Kegundah gulanaan saat-saat usia 20an sampai tiba saatnya menikah, saat itu memang perasaan bercampur aduk, terutama dalam hal menentukan pilihan dan juga merancang masa depan.

Tapi tahukah kamu, bahwa semua yang ada dalam pikiran dan perasaan kamu saat itu hanyalah sia-sia dan bagian terkecil dalam hidupmu.

Setelah kamu melewati nya dan ketika kamu sudah menikah, kamu akan berfikir bahwa anggapan kamu tentang pernikahan saat kamu masih jomnlo hanyalah sebuah lelucon yang pada intinya kamu itu sedang dilanda ketakutan dan ketidak pahaman sajalah soal berumah tangga karena kamu sama sekali belum pernah mengalaminya.

Maka dari itu, sesungguhnya, bicara mapan atau tidak mapan itu adalah soal lain dari segelumit permasalahan pernikahan.

Ko bisa? Emang ada jaminan yang punya banyak duit bakalan cepet nikah, dan bahagia rumah tangganya. Coba tengok TV, bagaimana cerita rumah tangga artis yang katanya terkenal dan banyak duit itu?

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS : An-Nuur Ayat 32).

Ayat ini menjadi bukti bagi kamu, bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Justru, kalau kamu menikah karena takut miskin. “Ah saya mah belum punya apa-apa, bagaimana saya bisa menikah?” ketika kata-kata itu terus menyelimuti alam bawah sadarmu, maka keimananmu sesungguhnya sedang dipertanyakan.

Bagaimana bisa Alloh itu ingkar janji? Sedangkan DIA maha pemilik segala-galanya, apa yang ada di langit dan di bumi, mengetahui segala apa yang ada di hati setiap manusia.

Jujur, saya nikah belum punya apa-apa, belum bisa apa-apa. Diproposal ta’aruf saja tertera gaji cuma Rp. 800.000, status kerja juga masih kontrak. Tabungan tidak ada sama sekali.

Pada saat itu, karena saya orangnya polos, lurus-lurus saja. Cenderung lebih berprinsip ” Kumaha engke we” (Gimana nanti saja), ta’aruf ya langsung saja, gak ribet kaya yang lain, harus gini, mesti gitu, pengen ini, pengen itu, eh ujungnya lagi ngincer si itu. Pantesan lama ta’aruf nya, ternyata ngincernya sama si itu. Mending kalau mau si itunya, giliran gak mau kan jadinya gak nikah-nikah sampai sekarang.

Lillahita’ala, kita mah hanya menjalani, tawakal saja sama Alloh, da jodoh kamu mah sudah ada, tinggal kamunya mau enggak nikah sekarang.

Sebenarnya nikah itu gak ribet, cuma sekali kok, itu pun cuma sehari, resminya mah cuma beberapa detik saja pas ijab kabul. Cuma yang ribet itu pola fikir kamunya yang paranoid bicara soal pernikahan. Coba kalau kamu sudah ngalamin mah, paling cuma gitu-gitu saja bilangnya.

Nikah emang gampang cuma sehari, tapi yang berat itu setelahnya, pas menjalani kehidupan pasca pernikahannya.

Betul sangat….. Pas lagi jomblo juga saya berfikir an seperti itu. Kalau sudah menikah itu harus gini harus gitu, keuangan harus gini-gini dan begitu dan Bla…. Bla…. Bla…. Lagi.

Saya sedikit bicara pengalaman, menurut itung-itungan matematis, gaji saya pas awal nikah tidak cukup, apalagi untuk mengganti biaya nikah, rasanya tidak cukup.

Tapi kan Alloh tadi sudah janji, jika kamu miskin Alloh akan mengkayakanmu. Jujur, sebelum nikah saya pernah jalanin usaha tiga kali, warnet, air isi ulang, ternak bebek, semuanya gagal, bangkrut hanya dalam tempo 1 tahun saja. Eh pas udah nikah, bisnis kaos dah mau masuk tahun kedua, omzetnya terus naik. Istri saya nih, tadinya kerja bisa bantu kebutuhan rumah tangga, pas istri keluar kerja ada saja rejeki yang datang, saya malah dapet uang bulanan sekarang nih dari Facebook Audience Network (Artikel Instan), bahkan melebihi gaji istri saya tuh setiap bulannya. Padahal kerjanya cuma update-update artikel doank gak harus ngantor.

Jadiiiii, untuk para Jomblowan dan Jomblowati diseluruh, kamu itu sesungguhnya hanya butuh keberanian saja, lawan pikiran paranoid mu dan Bismillah mulai dari sekarang untuk memulai niat baikmu. Niatkan karena Alloh semata, bukan karena yang lain, InshaAlloh akan dimudahkan. PERCAYALAH PADA FIRMANNYA….!!!

Entri ini ditulis dalam Cinta dan di-tag , oleh Mamat Munandar. Buat penanda ke permalink.

Tentang Mamat Munandar

Mamat Munandar "Matmund Newbie" (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 28 Oktober 1990) adalah seorang blogger, penulis, fotografer, serta mantan wartawan Sumedang Ekspres (Koran Harian Pagi Sumedang, Lokal, Jawa Pos Group) dan juga mantan kameramen di SMTV (Televisi Swasta Lokal di Sumedang, PT. Sumedang Televisi Utama, Jawa Pos Group).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.