Kota dengan penuh ke-khas-an

Hallo semuaaa….

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting sebuah tulisan gak jelas. Sekarang saya mau berbagi cerita sekaligus bernarsis ria di blog ini  mengenai liburan saya selama kurang lebih 6 hari di kota pelajar atau yang biasa disebut kota gudeg, sebut saja Yogyakarta =))

Yogyakarta.. memang sesuai dengan namamu yah… Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kau memang istimewa. Betapa mempesonanya kota ini dengan seabrek ke-khas-an-nya. Tempat wisatanya, makanannya, kerajinannya, kebersihannya. Aaaaaaah istimewa bangettttt

Oke kita mulai dari awal perjuangan saya untuk berlibur ke Jogja.

Eitttts, sebelumnya pakai bahasa yang lebih enak aja yah, jangan pake saya-saya-an 😀

Baiklah… terbersit ketika liburan semester pertengahan tahun lalu, kakakku (anggap saja, walau bukan kandung loh) sebut saja ka Amel. Yap, aku memang sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri karena kedekatan kami yang sudah terjalin hampir 3 tahun. oke kembali ke topik utama.

Ia mengajakku untuk berlibur ke Jogja pada liburan tahun baru (yaitu liburan sekarang ini yang dimaksud).. awalnya aku menolak, karena tau sendiri lah, sadar diri bahwa diri ini belum bisa menghasilkan uang sendiri, tiba-tiba harus liburan hanya berdua ke luar provinsi, apalagi pergi ke mantan ibukota RI ini. Bukanlah hal yang mudah sebetulnya. Perlu uang yang tak sedikit. Hoho

Ka Amell and me

Ka Amell and me. Miripkah? hehe

Banyak yang bilang, kita berdua ini kembar. Menurut kalian? hampir setiap orang yang kami temui  bilang kami ini kembar, jika tidak kembar maka kakak adik. Selalu seperti itu. Tapi…. sebetulnya tak ada hubungan darah sama sekali antara aku dan Si kakak ini. Kita berdua hanya dekat, hanya dekat sejak kami pernah menjadi mantan salah seorang cowo yang sama-sama kami suka, wkakak naha bisa kitu nya? Ah jadi curhat. haha
Oke, kembali ke topik utama. Akhirnya akupun mengiyakan ajakan kakakku dan memutuskan untuk menabung di celengan kaleng ala ku. Haha

Well… singkat cerita, penghujung tahun datang. Nyaris saja rencana kami gagal karena di kampus tempatku mencari ilmu terdapat suatu kegiatan penting yang berhubungan dengan kelulusan kala wisuda nanti. Dengan jadwal yang nyaris bentrok.. Nyaris loh untungnya tidak bentrok beneran haha.

Tepatnya tanggal 8 Januari kami bergegas untuk berangkat menuju St.Pasar Senen (selanjutnya saya singkat menjadi SPS), diperjalanan menuju SPS ini kami dihadang dengan hujan lebat dan sedikit petir. Entah Bekasi enggan membiarkan kami pergi atau apa, dari kehujanan dijalan sampai kebanjiran di SPS, lengkap sekali. Perjalanan kami menuju kota gudeg ini menunggangi sang Bengawan dari SPS Jakarta menuju Stasiun Lempuyangan Yogyakarta =)) kami berangkat dari jam 13.00 dan tiba pukul 24.00 WIB kurang lebih.

Sesampainya di St. Lempuyangan, kami berdua dijemput oleh teman kakakku. Aming namanya. Dan kami diajak muter-muter mengelilingi pusat Jogja pada malam hari. Aaaaaa Jogja pada malam hari sangatlah indah. Dengan kondisi muka yang udah lecek tak beraturan, kami sempatkan diri untuk berfoto sejenak di tugu Jogja ini =))

Camera 360

Lihat kan bagaimana jeleknya wajah kami? Haha

Oke mengingat malam sudah sangat larut, kami bergegas ke tempat penginapan untuk mempersiapkan diri berwisata esok hari 🙂

Hari pertama di Jogja, kami berdua dibekali motor oleh Aming itu untuk pergi ke Wisata merapi yang tak jauh dari penginapan kami.

ini sebagian foto ketika memasuki tempat wisata merapi

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

 

ka amell

ka amell

 

 

Tempat ini sepiiii… berhubung kami hanya berdua disana, jadi kakakku tak terlalu ingin menelusuri lebih dalam untuk melihat sang merapi, so hanya gambar-gambar yang pemandangannya gaje seperti ini 😀 haha

oke, tempat wisata kedua, adalah candi prambanan. Untuk menuju kesana tentu saja diantar oleh Aming dan temannya.

Yah, disana kami memang begitu merepotkan banyak orang, dan Aminglah yang paling sering kami repotkan, khususnya untuk mengantar-antar kami ke tempat yang tak terjangkau oleh kami.

ini adalah foto-foto ketika di prambanan… Layaknya roro jongrang yang meuni ayu, haha

Camera 360

Walau tempat ini panasnya minta ampun.. tapi tentu saja tak menyulutkan semangat kami untuk terus berfoto-foto dan mengelillingi setiap sudut candi.

Yap, usai dari perambanan sekitar jam 5 sore, setelah itu kita pergi ke bukit bintang, suatu tempat dimana kita bisa melihat seluruh wilayah jogja, tepatnya pada malam hariii…. Beuhh luar biasa indah. Kenapa dinamakan bukit bintang? karenaaaa pada malam hari, lampu-lampu yang berkilauan dari rumah-rumah penduduk serta jalanan layaknya bintang-bintang yang bersinar. Menakjubkan.

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Setelah asik melihat pemandangan malam Jogja dari atas bukit, kami bergegas mencari makan. dan teman kakakku merekomendasikan makanan khas jogja, Nasi goreng sapi, namanya. Dari nama memang terlihat biasa, tapi wajib dicoba. Oya, satu lagi, jika kalian berniat mencoba, jangan kaget dengan suasana warung yang super duper padat pembeli, karena  banyak orang yang rela antri dan menunggu sekian lama hanya untuk makan nasi goreng khas jogja ini. Sampai-sampai pembelinya banyak bertaburan di pinggir jalan menggelar sehelai tikar hingga jarak 20 meter-an dari kanan dan kiri warung demi untuk bisa mencicipi masakan ini. Wah banget pokoknya. Kalo gak percaya, coba datangi sendiri. Well… singkat cerita setelah makan kami kembali ke penginapan dan beristirahat.

Hari ke dua di jogja kami pergi ke tamansari. Tempat dimana Water castle dan masjid bawah tanah berada, dengan modal nekat kami berdua berangkat tanpa diiringi oleh Aming huhu..

Dengan hanya bermodalkan GPS kami berangkat. nyaris kami keserempet motor orang karena kakakku kurang berhati-hati. Tapi akhirnya, sampai juga ke Taman sari, Yogyakarta 🙂

Ketika kami menepakan kaki kami di tanah Tamansari, kami dihampiri oleh seorang tourguide yang memberikan pengarahan dan segala macam cerita sejarah tentang semua yang ada di Tamansari. Selain itu juga, tourguide inilah yang sangat berjasa memotret foto kami berdua haha. inilah foto yang paling ku suka

water castle w/ Ka Amell

at water castle with Ka Amel

Tamansari memang sangat luas, hingga kedua tumit serasa pegal. Apalagi aku yang salah menggunakan widges ber-hak tidak terlalu tinggi, tau sendirilah mungkin rasanya seperti apa. Kecuali bagi kaum laki-laki, haha 😀

Masjid bawah tanah

Masjid bawah tanah

Setelah usai mengelilingi komplek Tamansari, kami pulang dan beristirahat untuk persiapan malam, karena malamnya kami akan bermalam di pantai Sadranan, Yogyakarta. Singkat cerita, kami pergi ke pantai dan bernarsis ria menyambut sang fajar keluar dari persembunyian. Pantai Sadranan ini memang bukanlah pantai yang terkenal seperti Parangtritis, tapi pantai inilah yang ku sebut sebagai the hidden paradise. lihat sajaaaaa keindahannya

 

Pantai Sadranan

Pantai Sadranan

Camera 360                                         Camera 360

Camera 360

cowo disebelah ka amel itu yang namanya aming, wkakak

Gimana? bagus kan pemandangannya? haha orangnya juga dong? 😀 wkwkwk

Baiklah, selesai sampai sini jelajah kami ke pantai… esok harinya kami mengunjungi borobudur. Siapa sih yang gak tau borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang pernah dinobatkan kepada Indonesia. Hari terakhir kami berada di jogjakarta, kami mengunjungi candi terbesar di dunia ini.

Camera 360

Dan… berakhirlah liburan kami disini. Borobudur adalah tempat wisata terakhir yang kami kunjungi. Esoknya kami bergegas untuk kembali ke Bekasi. Kepulangan kami menurutku sangat sinetronis banget. Hujan turun sangat deras kala perjalanan menuju St. Lempuyangan. Dari terburu-buru mengejar waktu, basah-basahan, sampai….. nyaris tertinggal kereta, dan kalimat terakhir itu yang seperti di sinetron-sinetron banget. satu detik setelah kaki kami hinggap dipintu kereta langsung jalan. Huft… Finally, we went to home, and it’s ending of our holiday 🙂

“sesuai dengan namamu, Yogyakarta, kau memang istimewa”

 

FTV dan segala ke-absurd-an-nya

Hidup tak seindah drama serial FTV yah, haha gak jarang gue bermain imajinasi demi menyempurnakan kisah asmara gue di dunia nyata. Oke pembahasan kita kali ini tentang ftv.

FTV dan segala keabsurd-annya. Ah, kalimat yang sangat cocok untuk membuka gerbang pembicaraan kita. Pasti dan tentu diantara kalian pernah dong menonton serial drama FTV? Iya pasti pernah dong. Apa yang ada dipikiran kalian setelah ftv itu ending? Pasti gak jauh-jauh dari happy ending kan? Gak jauh-jauh dari berpelukan atau main kejar-kejaran antara cowok dan cewek. Aaaah itu absurd banget. Ftv membuat kebanyakan cewek menjadi penghayal tingkat dewa. Apalagi cewe-cewe yang tiap hari hidupnya gak jauh-jauh dari galau. Beuh.. bisa-bisa jadi korban ftv deh. Banyak perasaan yang muncul ke permukaan ketika gue nonton ftv. Maklum aja nih gue merupakan anggota dari himpunan orang-orang yang suka ngayal. Ah bodo amat, gue bebas kan mau bicara apa disini? Oke kembali ke topic semula. Haha. Sebel bercampur harap. Seandainya, seandainya.. Cuma kata itu yang selalu mondar-mandir dalam pikiran gue kala ftv sedang ditonton.

Ftv itu menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Banyak banget contoh nyatanya. Misalnya ada cowo tampan sekaligus kaya pacaran sama supir angkot cewek. Atau bos jadi pacaran sama pegawai cantik. Atau lingkup dalam ftv itu dibuat seperti seakan-akan dunia ini daun kelor, misalnya.. sebut saja si A punya mantan si B, terus si B ketemu si C dan ternyata si C ini jadian sama si B, terus si C punya kaka si D, dan si D suka sama si A. Apa banget kaaan? Sering tuh di ftv kaya gitu. Woy, dikira dunia ini sesempit itu kali yah. Jarang banget bahkan hamper gak pernah ditemuin kisah-kisah yang kayak gitu di dunia nyata, selalu berakhir happy ending lah, dan segala macam kejadian absurd yang hanya ada di ftv.

Hidup tak semudah dan tak semanis ftv bro. haha iya banget. Namanya juga film. Ya pasti gak jauh-jauh kaya novel-novel romance yang banyak beredar.

Bicara soal novel dan ftv, yaaaah kebanyakan para cewek yang sering banget gue temuin, menjadikan ftv dan novel-novel romance sebagai suatu wadah untuk ia berimajinasi mengindahkan hidupnya. Gak menutup kemungkinan gue sendiri haha. Tapi gak masalah apapun bacaan atau tontonan kalian, ftv atau novel-novel romance, saran gue buat semua…  khususnya untuk para cewek, jangan larut dalam khayala. Jangan doyan ngayal. Hayo loh, jleb kan tuh? 😀

Well… sekian dan terimakasih =))

Bekasi di guyur hujan

Pagiii yangg dingiiiiiiiiiinnn… Brrrrr Bekasi di guyur hujan deras pagi ini. Aaaah membuat diri ini semakin enggan untuk beranjak pergi dari tempat tidur. Apalagi dalam kondisi tubuh yang sedang terserang penyakit ini…

Ah tadinya pagi ini aku ingin meneruskan tulisanku tentang liburanku ke Kota Pelajar yang sedang ku buat kemarin, tapi sekali lagi kondisiku tak memungkinkan. sehingga hanya tulisan ga jelas lagi yang ku tulis pagi ini.

Tunggu sebentar, harusnya sejak 3 hari lalu aku sudah berada kembali di kota Bandung untuk melanjutkan perkuliahanku disana. Tapi mendadak sakit yang tak disengaja hinggap ditubuh kecil ini huhu (iyalah mana ada sakit yang disengaja -_-) Ah kembali ke pembahasan awal. Benar sekali. Bekasi pada pagi ini benar-benar membuat tubuhku menggigil kedinginan. Hujan dimana-mana.. Banjir dimana-mana. Eitss tunggu sebentar, kalimat terakhir ralat. Kebanyakan wilayah di Bekasi khususnya di kecamatanku memang tergenang banjir, tapi justru di depan rumahku tak pernah banjir -_- (padahal sekali-kali pengen rasanya ada kolam dadakan di depan rumah) haha tapi sayang setiap hujan turun ke permukaan maka saat itu juga air hujan mengalir ke sungai. Ah dasar manusia.. yang kebanjiran tak ingin banjir, dan yang tak kebanjiran ingin banjir. Tak ada syukur-syukurnya. haha memaki diri sendiri. Memang saya aneh yah =D. Ah tak apalah dari pada bengong gak jelas, itu yang lebih bahaya wkwk. Mengundang kegalauan datang haha. Lebih baik menulis tulisan seperti ini, betulkan? 🙂 iya dong harus bener hehe =D

Baru nongol :D

Selamat malam semuanyaaaa… salam hangat untuk setiap makhluk Tuhan yang membaca sederatan paragraf demi paragraf yang ku ketik ini 🙂

Ini adalah tulisan pertamaku di 2014.  Haha itu baru aku sadari ternyata. setelah beberapa saat ada pesan masuk dari Sandi Mulyadi si admin website ini serta teman kelas dan teman menulisku di perguruan tinggi yang sedang ku pijak ini. Sepeti biasa lah dia selalu menyuruhku untuk menulis. Ya ya yah.. jika ada mood untuk menulis ku memang selalu menyempatkan diriku untuk melakukannya. tapi sayang, sungguh sayang.. sejak sebulan lalu si putih android kesayanganku meninggal dunia. haha (lebay mode on) 😀

Ya tapi memang benar begitu kenyataannya. karena hal itu yang membuatku menjadi orang kudet selama sebulan penuh ini. tak ada modem, tak ada gadget yang memadai. Aaaaaaaah… sungguh tak enak.

Well, cukup sekian untuk malam ini 🙂

sekali lagi,

Salam hangat

Umul Latifah

Semua yg terjadi tak pernah terencana sebelumnya

Sebuah rasa memang bisa hinggap begitu saja tanpa pernah kita inginkan

Kedatangannya mampu mengubah hidup menjadi lebih berwarna misalnya

Atau menjadi lebih kelam karenanya.

Semua bisa saja terjadi

Yang sedang terluka menjadi bahagia

Yang bahagia menjadi kalut

Semua bisa saja terjadi

Namun, jangan pernah salahkan kehadirannya

Karena ia adalah anugrah

Entah itu rasa suka, sayang atau cinta

Terhadap lawan jenis tentunya

Kala ia datang merasuk dalam jiwamu, biarkan ia mengalir dan bergerak bebas disana

Meski pada akhirnya, kau harus membiarkan perasaaanmu tak terbalas

Meski pada akhirnya kau harus biarkan dirimu terlukaaa

Rasa itu suci

Rasa itu indah

Sebenarnya.

Kau hanya perlu membiarkannya terus hidup meski takkan menemui titik temu

Titik temu rasa terhadap orang yang kau sayangi

Dengan kata lain, rasamu tak berbalas

Biarkan ia tetap hidup

 

Bandung, 4 Desember 2013

untuk seseorang yang hanya bisa ku lihat

dan ku rasakan kehadirannya dalam duniaku

dunia khayalku

secretly

Pagi yang memabukkan.
Mengapa ku bilang seperti itu? Karena ketika ku membuka mataku, ku harus membiarkan pikiranku terenggut oleh sesuatu yg selama ini menyita waktuku. Ya, tak seperti kebanyakan orang, setelah bangun tidur segera mempersiapkan dirinya untuk melakukan segala macam aktifitas. Sedangkan aku? Masih bermalas-malasan dalam balutan selimut yang membalut tubuhku dari terpaan dingin yang menggoda malam. Ya tentu. Ada seberkas perasaan yang entah dinamakan apa yang membuatku merasa sedikit terganggu. Entah perasaan apaaa yang membuat kadar serotonin dalam tubuhku lenyap seketika. Hanya saja yang ku rasaaaa, merindukan seseorang yang mungkin takkan pernah tau bahwa dirinya dirindukan. Miss secretly. Ya, tepat sekali. Kalut. Mungkin kata itu yang tepat untuk mendeskripsikan sbuah akibat dari menurunnya kadar serotonin dalam tubuh.
Dalam hidup, memang dihadapkan dengan banyak pilihan bukan?
Dalam merindukan seseorangpun kita harus dihadapkan oleh dua pilihan, menunjukan kerinduan kita terhadap seseorang yang kita rindukan, atau . . . Membiarkan perasaan rindu itu terkubur dalam-dalam.
Setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing atas itu.
Tapi seperti kata pelantun sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penulis raksasa dari jogja ini,
“tak seperti perindu lainnya, aku takkan mencarimu”
Yah, aku mungkin merupakan anggota dari himpunan orang-orang yang enggan menunjukkan kerinduannya.
Yah. Mungkin.
Hidup itu harus memilih bukan? :’)
Pilihan itu memang terkesan tak adil yah. Tapi begitulah hidup.
Apalagi bagi orang-orang yang hanya bisa memendam dan menyimpan dalam-dalam perasaannya.

“terkadang kita memang harus menyembunyikan perasaan yang akan percuma jika diungkapkan, seperti halnya merindukan dalam diam”

Begitu saja

Bolehkah waktu ku putar sejenak? Waktu dimana aku blm menopang rasa ini. Bisakah aku mengatur skenario kisahku? Takkan ku jadikan dia sbg pemeran utama didalamnya. Sungguh. Jika ku bisa. Takkan ku biarkan ia mengobrak-abrik hatiku.

Pertemuan singkat. Yang entah kedekatannya diberi nama apa. Sampai saat ini aku belum memahami sebab semua berbeda.
Dalam perbincangan singkat kita di pesan singkat, yang tentu aku yang memulai percakapan itu. Yah, tentu saja. Mana mungkin kau yg memulai. Kau yg menciptakan perubahan ini. Tentu saja aku yg bertanya mengapa. Yah, kamu bersikap seolah semua baik-baik saja. Dgn alasanmu yg memang masuk akal namun tak dapat ku percaya. Aku cukup mengiyakan stiap detail responmu yg tentu belum menjawab tanda tanya besar dlm benakku.

Tuan, andaikan boleh aku berkomentar, ku belum mampu menerima setiap perubahan ini.
Pernah ku temui dalam suatu kondisi, ketika amarahku membuncah, kau datang dgn segala jurus jitumu untuk meredakan api yg berkoar-koar dalam jiwaku hinggaku terasa begitu teduh disisimu.
Pernah ku temui dlm suatu saat, ketika ku membuka mata kala fajar mulai malu-malu menampakkan dirinya, dalam ponsel kesayanganku, tertera namamu dalam deret new message-ku.
Pernah ku temui dlm suatu hari, aku dan kamu layaknya menjadi kita yg utuh. Berdua dlm alunan canda yang sengaja kau ciptakan untuk menghapus sgala letihku.
Pernah ku temui dlm suatu sudut, mata kita saling bertemu. 1 detik, 2 detik, 3 detik, 4 detik. Entah berapa detik. Yg kutau, mata itu menyergap hatiku diam-diam. Membuat guncangan dahsyat dlm jiwa hingga ku tak kuasa melawan pesonamu.

Tuan.. Kamu pernah mengatakan, kamu menemukanku dua kali. Tentu .
Sebagai seorang teman dan partner belajar.
Kala itu, dengan sangat antusias ku mendengarkan stiap kata yg terlontar dari mulutmu. Kau menerangkan dgn begitu detail tentang kekontinuitasan suatu fungsi dalam limit layaknya seorang guru yg mengajarkan muridnya. Namun, tentu dgn caramu sendiri. Yah. Cara unikmu yg menghipnotisku. Tentu saja.

Tapi tuan, menurutku aku menemukanmu 3kali. 2 sama denganmu, dan satu lagi… Sbg teman hatiku.
Ah entahlah. Mungkin aku terlalu hiper mengartikan segala perhatianmu sbg cinta. Dgn kata lain, aku hanya ke-ge-er-an. Malang. Sungguh malang.
Ah entahlah. Perempuan mana yg tak melayang jika disapa manja oleh sosok yg terlihat sempurna dimatanya. Tentu dgn sapaan kesayangan andalannya.
Sungguh, kau melambungkanku begitu tinggi..
Tuan, semua itu bukan lelucon. Bukan permainan pula yg dgn mudah bisa kau hentikan dengan sekejap.
Ini tidak lucu tuan. Perlahan aku mulai kehilangan sosokmu.

Jika kemarin ku menemukanmu 3 kali. Maka kali ini aku kehilanganmu 2 kali.
Kau menghilang dlm stiap pagiku, kau tak ada dlm setiap celah aktifitasku. Kau tak ada dalam deretan message-ku, Dan kau tak ada dalam stiap rabu yang sudah kita bangun bersama. Tentu kau akan paham jika kau membaca ini. Yah. Tapi, ah bodoh sekali aku. Sangat mustahil kau akan membaca deretan paragraf konyol ini. Sejak kapan kau peduli pada tulisanku. Melihatku saja enggan. Yah.
Yang aku tau kini, kau hanya teman yg sangat terasa asing dimataku.
Kau seperti sebuah kutub yg jika dipasangkan dgn kutub yang sama akan tolak menolak. Tapi disini lain ceritanya. Kau yang menjauh. Kau yang menghilang.

Tuan, apakah kau tau rasanya diterbangkan tinggi-tinggi lalu dihempaskan begitu saja?
Aku takkan menjelaskan bgaimana rasanya. Karena ku tau, kau takkan mengerti.

“jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu..
Jika aku memang tercipta untukmu, jodoh pasti bertemu”

Dari seseorang yang (mungkin) pernah kau singgahi

Nothing

the funny moment

hari yg sempurna yah. Gak nyesel bgt deh udah meluangkan waktu ditengah kepadatan jadwal kuliah untuk pulang. Bertemu mereka. Haha
Sesuatu yg tak terencana itu memang selalu menjadi hal yg paling menyenangkan yah. Tapi, pertemuan malam tadi, aaaah pokonya unforgetable moment banget :))
Sangat jarang, bahkan mungkin tak ada, dua orang yg pernah jd mantan 1 org yg sama bisa menjadi sedekat adik dan kakak. Haha
Tapi itu terjadi antara kita 🙂
Dulu kita pernah sama-sama jadi hater. Yah, namanya wanitaaa, ketika mencintai orang sama, dalam satu waktu, dan blm saling mengenal. Pasti sempat saling menyimpan rasa tak suka. Yah tentu.
Ah kembali ke topik awal.
Kalian sempurnakan malamku dirumah 🙂
Yah, tjuanku untuk pulang memang untuk menghibur diriku dr kepenatan perkuliahan dan segelintir masalah yang . . . .
Yah isi sendiri 😀
Kamu dan dia 😀 haha entah selalu ada tawa kecil ketika ingat perbincangan td malam. Kita flashback. Saling membuka cerita dr awal bertemu hingga saat ini.
Yah, perkumpulan dua mantan dan mantan yg sudah tak saling menyimpan rasa tapi (mungkin) saling mengenang satu sama lain ini membuat malamku sempurna.
Funny.. Aku menjadi lupa sebabku bersedih. Haha kalian yg terbaik yg pernah ada, yg bisa buatku tertawa lepas tentunya. Thanks for tonight 🙂

Menghilang sejenak :D

Selamat pagiiiiii semua 🙂
udah lama yah gak ngebala di blog sandi 😀 yaaah berhubung sedang disibukkan dengan berbagai macam hal mengenai perkuliahan, jadi mau gak mau harus mengesampingkan blog -_-
eh jadi curcol yah -_- oke lanjutkan 😀
Sebetulnya banyak hal yang ingin ku tulis disini. banyak rekaman kejadian yang terekam dalam memoriku sebetulnya. Yah, tapi berhubung aku (merasa) sedang disibukkan tugas-tugas (gak tau deh kalo Sandi mah 😀 ) jadiiiiiii sampai UTS mau vakum sementara dulu.
Ah gak penting banget yah postingannya -_- yah gak apa-apa lah, FYI aja (sekedar informasi) 😀
Sampai bertemu usai uts 🙂

Kamu dan segala keabstrakanmu

Mentari hadir membawa udara yang cukup membuat tubuh ini menggigil. Ku bawa langkahku dengan setengah lesu menuju kampus. Dalam kondisi setengah pusing ku mengiyakan ajakan temanku untuk berangkat kuliah. Sambil membawa langkahku dalam alur perjalanan menuju kampus, ku tulis new message untuk seseorang.

“selamat pagiiiiiiiiiiiiii” sapaku dalam pesan singkat. Dengan segera ku tekan tombol send.

Sebetulnya sapaan seperti itu sangat tabu sekali untukku. Aku jarang menyapa seseorang. Tapi kali ini, aku melakukannya. Dengan segera ada balasan kembali dari orang tersebut. Ku buka…

“ Juga” balasnya.

What the hell. Juga saja? Sesingkat itu? Ck. Aku menelan ludah. Semalam ia masih sangat hangat memperlakukanku dengan segala perhatian lembutnya. Sekarang? Entah ada setan apa yang merasuk dalam tubuhnya. Dia menjadi tiba-tiba menyebalkan -_- apakah karena hari ini akan bertemu di kampus, ataukah… Ah sudahlah. Aku menjadi enggan untuk tersenyum. Sebuah ekspresi masam tiba-tiba hinggap pada raut wajahku.

Dia selalu begitu. Kadang terlihat. Kadang abstrak. Sulit ditebak. Tak ku sadari aku menebar dosa pada banyak orang pagi ini. Betapa tidak? Setiap orang yang ku lewati sepanjang perjalanan kampus tak ku lemparkan senyum andalanku seperti biasanya. Dengan kata lain, aku masih bertahan dalam kemasamanku pagi ini. Entahlah, balasan pesan darinya itu sungguh enggan buatku tersenyum.

Kala malam ia sungguh nyata. Kelembutan sikapnya menyelimuti malamku yang beku karena kepenatan siang. Namun siang? Tak ku temukan dia meski mataku melihat. Ya, tentu saja. dia terlihat tapi tak ku rasakan ada. Abstrak.

Ah, dia membuatku terlalu lama bermain-main dalam lamunanku hingga ku tak sadar langkahku sudah membawaku ke dalam gedung fakultas. Ah, lagi-lagi harus ku sadari ada puluhan anak tangga yang berjejer dan tentu harus ku lewati. Lagi dan lagi. Mau tak mau. Tentu saja. Oke. Ku naiki anak tangga itu satu persatu. Tentu dengan pikiranku yang masih dipenuhi dan hanyut karenanya. Ah, akhirnya sampai lantai 3. Tempat dimana kelasku berada. Tepat sekali.

Ku arahkan pandanganku yang buram pada beberapa orang di sudut sana. Aku tau tanpa kacamata aku tak mampu melihat jelas apapun yang terekam dalam retinaku. Tapi walaupun begitu, ke-minus-an mataku tetap dapat menangkap sebuah sosok yang sudah ku pastikan benar. Ya, dia. Siapa lagiiiiiiiiii. Meski tanpa kacamata kesayanganku, mataku selalu dapat menebak ada dia dalam ketidakjelasan pandanganku. Dia yang terlihat, tapi tak ku rasakan ada. Kamu dengan segala keabstrakanmu.