Kota dengan penuh ke-khas-an

Hallo semuaaa….

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting sebuah tulisan gak jelas. Sekarang saya mau berbagi cerita sekaligus bernarsis ria di blog ini  mengenai liburan saya selama kurang lebih 6 hari di kota pelajar atau yang biasa disebut kota gudeg, sebut saja Yogyakarta =))

Yogyakarta.. memang sesuai dengan namamu yah… Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kau memang istimewa. Betapa mempesonanya kota ini dengan seabrek ke-khas-an-nya. Tempat wisatanya, makanannya, kerajinannya, kebersihannya. Aaaaaaah istimewa bangettttt

Oke kita mulai dari awal perjuangan saya untuk berlibur ke Jogja.

Eitttts, sebelumnya pakai bahasa yang lebih enak aja yah, jangan pake saya-saya-an 😀

Baiklah… terbersit ketika liburan semester pertengahan tahun lalu, kakakku (anggap saja, walau bukan kandung loh) sebut saja ka Amel. Yap, aku memang sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri karena kedekatan kami yang sudah terjalin hampir 3 tahun. oke kembali ke topik utama.

Ia mengajakku untuk berlibur ke Jogja pada liburan tahun baru (yaitu liburan sekarang ini yang dimaksud).. awalnya aku menolak, karena tau sendiri lah, sadar diri bahwa diri ini belum bisa menghasilkan uang sendiri, tiba-tiba harus liburan hanya berdua ke luar provinsi, apalagi pergi ke mantan ibukota RI ini. Bukanlah hal yang mudah sebetulnya. Perlu uang yang tak sedikit. Hoho

Ka Amell and me

Ka Amell and me. Miripkah? hehe

Banyak yang bilang, kita berdua ini kembar. Menurut kalian? hampir setiap orang yang kami temui  bilang kami ini kembar, jika tidak kembar maka kakak adik. Selalu seperti itu. Tapi…. sebetulnya tak ada hubungan darah sama sekali antara aku dan Si kakak ini. Kita berdua hanya dekat, hanya dekat sejak kami pernah menjadi mantan salah seorang cowo yang sama-sama kami suka, wkakak naha bisa kitu nya? Ah jadi curhat. haha
Oke, kembali ke topik utama. Akhirnya akupun mengiyakan ajakan kakakku dan memutuskan untuk menabung di celengan kaleng ala ku. Haha

Well… singkat cerita, penghujung tahun datang. Nyaris saja rencana kami gagal karena di kampus tempatku mencari ilmu terdapat suatu kegiatan penting yang berhubungan dengan kelulusan kala wisuda nanti. Dengan jadwal yang nyaris bentrok.. Nyaris loh untungnya tidak bentrok beneran haha.

Tepatnya tanggal 8 Januari kami bergegas untuk berangkat menuju St.Pasar Senen (selanjutnya saya singkat menjadi SPS), diperjalanan menuju SPS ini kami dihadang dengan hujan lebat dan sedikit petir. Entah Bekasi enggan membiarkan kami pergi atau apa, dari kehujanan dijalan sampai kebanjiran di SPS, lengkap sekali. Perjalanan kami menuju kota gudeg ini menunggangi sang Bengawan dari SPS Jakarta menuju Stasiun Lempuyangan Yogyakarta =)) kami berangkat dari jam 13.00 dan tiba pukul 24.00 WIB kurang lebih.

Sesampainya di St. Lempuyangan, kami berdua dijemput oleh teman kakakku. Aming namanya. Dan kami diajak muter-muter mengelilingi pusat Jogja pada malam hari. Aaaaaa Jogja pada malam hari sangatlah indah. Dengan kondisi muka yang udah lecek tak beraturan, kami sempatkan diri untuk berfoto sejenak di tugu Jogja ini =))

Camera 360

Lihat kan bagaimana jeleknya wajah kami? Haha

Oke mengingat malam sudah sangat larut, kami bergegas ke tempat penginapan untuk mempersiapkan diri berwisata esok hari 🙂

Hari pertama di Jogja, kami berdua dibekali motor oleh Aming itu untuk pergi ke Wisata merapi yang tak jauh dari penginapan kami.

ini sebagian foto ketika memasuki tempat wisata merapi

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

 

ka amell

ka amell

 

 

Tempat ini sepiiii… berhubung kami hanya berdua disana, jadi kakakku tak terlalu ingin menelusuri lebih dalam untuk melihat sang merapi, so hanya gambar-gambar yang pemandangannya gaje seperti ini 😀 haha

oke, tempat wisata kedua, adalah candi prambanan. Untuk menuju kesana tentu saja diantar oleh Aming dan temannya.

Yah, disana kami memang begitu merepotkan banyak orang, dan Aminglah yang paling sering kami repotkan, khususnya untuk mengantar-antar kami ke tempat yang tak terjangkau oleh kami.

ini adalah foto-foto ketika di prambanan… Layaknya roro jongrang yang meuni ayu, haha

Camera 360

Walau tempat ini panasnya minta ampun.. tapi tentu saja tak menyulutkan semangat kami untuk terus berfoto-foto dan mengelillingi setiap sudut candi.

Yap, usai dari perambanan sekitar jam 5 sore, setelah itu kita pergi ke bukit bintang, suatu tempat dimana kita bisa melihat seluruh wilayah jogja, tepatnya pada malam hariii…. Beuhh luar biasa indah. Kenapa dinamakan bukit bintang? karenaaaa pada malam hari, lampu-lampu yang berkilauan dari rumah-rumah penduduk serta jalanan layaknya bintang-bintang yang bersinar. Menakjubkan.

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Setelah asik melihat pemandangan malam Jogja dari atas bukit, kami bergegas mencari makan. dan teman kakakku merekomendasikan makanan khas jogja, Nasi goreng sapi, namanya. Dari nama memang terlihat biasa, tapi wajib dicoba. Oya, satu lagi, jika kalian berniat mencoba, jangan kaget dengan suasana warung yang super duper padat pembeli, karena  banyak orang yang rela antri dan menunggu sekian lama hanya untuk makan nasi goreng khas jogja ini. Sampai-sampai pembelinya banyak bertaburan di pinggir jalan menggelar sehelai tikar hingga jarak 20 meter-an dari kanan dan kiri warung demi untuk bisa mencicipi masakan ini. Wah banget pokoknya. Kalo gak percaya, coba datangi sendiri. Well… singkat cerita setelah makan kami kembali ke penginapan dan beristirahat.

Hari ke dua di jogja kami pergi ke tamansari. Tempat dimana Water castle dan masjid bawah tanah berada, dengan modal nekat kami berdua berangkat tanpa diiringi oleh Aming huhu..

Dengan hanya bermodalkan GPS kami berangkat. nyaris kami keserempet motor orang karena kakakku kurang berhati-hati. Tapi akhirnya, sampai juga ke Taman sari, Yogyakarta 🙂

Ketika kami menepakan kaki kami di tanah Tamansari, kami dihampiri oleh seorang tourguide yang memberikan pengarahan dan segala macam cerita sejarah tentang semua yang ada di Tamansari. Selain itu juga, tourguide inilah yang sangat berjasa memotret foto kami berdua haha. inilah foto yang paling ku suka

water castle w/ Ka Amell

at water castle with Ka Amel

Tamansari memang sangat luas, hingga kedua tumit serasa pegal. Apalagi aku yang salah menggunakan widges ber-hak tidak terlalu tinggi, tau sendirilah mungkin rasanya seperti apa. Kecuali bagi kaum laki-laki, haha 😀

Masjid bawah tanah

Masjid bawah tanah

Setelah usai mengelilingi komplek Tamansari, kami pulang dan beristirahat untuk persiapan malam, karena malamnya kami akan bermalam di pantai Sadranan, Yogyakarta. Singkat cerita, kami pergi ke pantai dan bernarsis ria menyambut sang fajar keluar dari persembunyian. Pantai Sadranan ini memang bukanlah pantai yang terkenal seperti Parangtritis, tapi pantai inilah yang ku sebut sebagai the hidden paradise. lihat sajaaaaa keindahannya

 

Pantai Sadranan

Pantai Sadranan

Camera 360                                         Camera 360

Camera 360

cowo disebelah ka amel itu yang namanya aming, wkakak

Gimana? bagus kan pemandangannya? haha orangnya juga dong? 😀 wkwkwk

Baiklah, selesai sampai sini jelajah kami ke pantai… esok harinya kami mengunjungi borobudur. Siapa sih yang gak tau borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang pernah dinobatkan kepada Indonesia. Hari terakhir kami berada di jogjakarta, kami mengunjungi candi terbesar di dunia ini.

Camera 360

Dan… berakhirlah liburan kami disini. Borobudur adalah tempat wisata terakhir yang kami kunjungi. Esoknya kami bergegas untuk kembali ke Bekasi. Kepulangan kami menurutku sangat sinetronis banget. Hujan turun sangat deras kala perjalanan menuju St. Lempuyangan. Dari terburu-buru mengejar waktu, basah-basahan, sampai….. nyaris tertinggal kereta, dan kalimat terakhir itu yang seperti di sinetron-sinetron banget. satu detik setelah kaki kami hinggap dipintu kereta langsung jalan. Huft… Finally, we went to home, and it’s ending of our holiday 🙂

“sesuai dengan namamu, Yogyakarta, kau memang istimewa”

 

Kenapa si Matmund Pakai Linux?

Alasannya cukup simple bro, pengen elegan. Nah loh emang linux elegan gitu? Gw rasa sih seperti itu, kalau di windows rasa banyak ngelag’a gitu, dikit-dikit error, not responding dan yang lainnya. Kalau di linux untuk ukuran online saja rasanya enak begitu stabil. Gw prioritaskan pakai 3 browser, satu chrome, chromium, dan mozila. Ketika dibuka ketiganya lancar-lancar saja tidak banyak ngelag’a. Lanjut membaca

FTV dan segala ke-absurd-an-nya

Hidup tak seindah drama serial FTV yah, haha gak jarang gue bermain imajinasi demi menyempurnakan kisah asmara gue di dunia nyata. Oke pembahasan kita kali ini tentang ftv.

FTV dan segala keabsurd-annya. Ah, kalimat yang sangat cocok untuk membuka gerbang pembicaraan kita. Pasti dan tentu diantara kalian pernah dong menonton serial drama FTV? Iya pasti pernah dong. Apa yang ada dipikiran kalian setelah ftv itu ending? Pasti gak jauh-jauh dari happy ending kan? Gak jauh-jauh dari berpelukan atau main kejar-kejaran antara cowok dan cewek. Aaaah itu absurd banget. Ftv membuat kebanyakan cewek menjadi penghayal tingkat dewa. Apalagi cewe-cewe yang tiap hari hidupnya gak jauh-jauh dari galau. Beuh.. bisa-bisa jadi korban ftv deh. Banyak perasaan yang muncul ke permukaan ketika gue nonton ftv. Maklum aja nih gue merupakan anggota dari himpunan orang-orang yang suka ngayal. Ah bodo amat, gue bebas kan mau bicara apa disini? Oke kembali ke topic semula. Haha. Sebel bercampur harap. Seandainya, seandainya.. Cuma kata itu yang selalu mondar-mandir dalam pikiran gue kala ftv sedang ditonton.

Ftv itu menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Banyak banget contoh nyatanya. Misalnya ada cowo tampan sekaligus kaya pacaran sama supir angkot cewek. Atau bos jadi pacaran sama pegawai cantik. Atau lingkup dalam ftv itu dibuat seperti seakan-akan dunia ini daun kelor, misalnya.. sebut saja si A punya mantan si B, terus si B ketemu si C dan ternyata si C ini jadian sama si B, terus si C punya kaka si D, dan si D suka sama si A. Apa banget kaaan? Sering tuh di ftv kaya gitu. Woy, dikira dunia ini sesempit itu kali yah. Jarang banget bahkan hamper gak pernah ditemuin kisah-kisah yang kayak gitu di dunia nyata, selalu berakhir happy ending lah, dan segala macam kejadian absurd yang hanya ada di ftv.

Hidup tak semudah dan tak semanis ftv bro. haha iya banget. Namanya juga film. Ya pasti gak jauh-jauh kaya novel-novel romance yang banyak beredar.

Bicara soal novel dan ftv, yaaaah kebanyakan para cewek yang sering banget gue temuin, menjadikan ftv dan novel-novel romance sebagai suatu wadah untuk ia berimajinasi mengindahkan hidupnya. Gak menutup kemungkinan gue sendiri haha. Tapi gak masalah apapun bacaan atau tontonan kalian, ftv atau novel-novel romance, saran gue buat semua…  khususnya untuk para cewek, jangan larut dalam khayala. Jangan doyan ngayal. Hayo loh, jleb kan tuh? 😀

Well… sekian dan terimakasih =))

secretly

Pagi yang memabukkan.
Mengapa ku bilang seperti itu? Karena ketika ku membuka mataku, ku harus membiarkan pikiranku terenggut oleh sesuatu yg selama ini menyita waktuku. Ya, tak seperti kebanyakan orang, setelah bangun tidur segera mempersiapkan dirinya untuk melakukan segala macam aktifitas. Sedangkan aku? Masih bermalas-malasan dalam balutan selimut yang membalut tubuhku dari terpaan dingin yang menggoda malam. Ya tentu. Ada seberkas perasaan yang entah dinamakan apa yang membuatku merasa sedikit terganggu. Entah perasaan apaaa yang membuat kadar serotonin dalam tubuhku lenyap seketika. Hanya saja yang ku rasaaaa, merindukan seseorang yang mungkin takkan pernah tau bahwa dirinya dirindukan. Miss secretly. Ya, tepat sekali. Kalut. Mungkin kata itu yang tepat untuk mendeskripsikan sbuah akibat dari menurunnya kadar serotonin dalam tubuh.
Dalam hidup, memang dihadapkan dengan banyak pilihan bukan?
Dalam merindukan seseorangpun kita harus dihadapkan oleh dua pilihan, menunjukan kerinduan kita terhadap seseorang yang kita rindukan, atau . . . Membiarkan perasaan rindu itu terkubur dalam-dalam.
Setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing atas itu.
Tapi seperti kata pelantun sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penulis raksasa dari jogja ini,
“tak seperti perindu lainnya, aku takkan mencarimu”
Yah, aku mungkin merupakan anggota dari himpunan orang-orang yang enggan menunjukkan kerinduannya.
Yah. Mungkin.
Hidup itu harus memilih bukan? :’)
Pilihan itu memang terkesan tak adil yah. Tapi begitulah hidup.
Apalagi bagi orang-orang yang hanya bisa memendam dan menyimpan dalam-dalam perasaannya.

“terkadang kita memang harus menyembunyikan perasaan yang akan percuma jika diungkapkan, seperti halnya merindukan dalam diam”

the funny moment

hari yg sempurna yah. Gak nyesel bgt deh udah meluangkan waktu ditengah kepadatan jadwal kuliah untuk pulang. Bertemu mereka. Haha
Sesuatu yg tak terencana itu memang selalu menjadi hal yg paling menyenangkan yah. Tapi, pertemuan malam tadi, aaaah pokonya unforgetable moment banget :))
Sangat jarang, bahkan mungkin tak ada, dua orang yg pernah jd mantan 1 org yg sama bisa menjadi sedekat adik dan kakak. Haha
Tapi itu terjadi antara kita 🙂
Dulu kita pernah sama-sama jadi hater. Yah, namanya wanitaaa, ketika mencintai orang sama, dalam satu waktu, dan blm saling mengenal. Pasti sempat saling menyimpan rasa tak suka. Yah tentu.
Ah kembali ke topik awal.
Kalian sempurnakan malamku dirumah 🙂
Yah, tjuanku untuk pulang memang untuk menghibur diriku dr kepenatan perkuliahan dan segelintir masalah yang . . . .
Yah isi sendiri 😀
Kamu dan dia 😀 haha entah selalu ada tawa kecil ketika ingat perbincangan td malam. Kita flashback. Saling membuka cerita dr awal bertemu hingga saat ini.
Yah, perkumpulan dua mantan dan mantan yg sudah tak saling menyimpan rasa tapi (mungkin) saling mengenang satu sama lain ini membuat malamku sempurna.
Funny.. Aku menjadi lupa sebabku bersedih. Haha kalian yg terbaik yg pernah ada, yg bisa buatku tertawa lepas tentunya. Thanks for tonight 🙂

Rencana dalam Hidup

Setiap manusia yang hidup tentu memiliki berbagai rencana dalam kehidupannya untuk meraih kehidupan yang diinginkan. Terkadang ada kalanya dimana rencana tersebut dapat terlaksana dengan mulus dan tidak sedikit pula rencana yang gagal seluruhnya atau gagal ditengah jalan. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan rencana tersebut dianyara yang vital adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal tentu berawal dari dalam diri sendiri, entah ketidak sungguh-sungguhan dalam melaksanakan rencana hidup yang telah dibuat atau memiliki rasa negatif yang berdampak pada pola tingkah-laku dalam kehidupannya. Lanjut membaca

Bulatkan Tekad

Hal yang kita lakukan setelah mengiqrar atau mengajamkan diri akan sutau hal adalah dengan membuat sebuah tekad yang mana tekad tersebut akan senantiasa mendorong kita pada jalan yang semula kita ingin tempuh. Dengan tekad yang sudah bulat, akan sulit bahkan sangat sulit bagi kita untuk tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi tujuan pribadi semula. Lanjut membaca

Titik Jenuh dalam Belajar

Menjadi seorang pelajar ada kalanya mengalami suatu hal yang paling dan sangat tidak diinginkan, yakni ketika datangnya sebuah titik jenuh dalam belajar. Banyak faktor yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami titik jenuh untuk belajar, diantaranya lingkungan (baik itu pergaulan ataupun pacar), orang tua yang tidak mendukun, atau bahkan karena sudah letih mempelajari setiap ilmu pengetahuan yang itu-itu saja. Ada banyak lagi faktor lainnya selain yang tidak penulis sebut tadi. Lanjut membaca

Belajar Bahasa Baru itu Seperti Bayi

Bahasa merupakan media yang dilakukan setiap manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Itu memungkinkan didunia ini terdapat beragam bahasa dan setiap negara itu pasti berbeda-beda. Alasannya bisa saja dari proses penyebaran manusia pertama yang melanglang alam bumi raya ini. Setiap orang bisa berbahasa hasil dari didikan orang tuanya, sehingga berbahasa ini merupakan sebuah budaya turun-temurun dari setiap golongan. Lanjut membaca

Sakit Gigi, Berjuta Rasanya

Siapa diantara sobat TulisanTulisan.COM yang tidak pernah merasakan sakit gigi.??? Penulis yakin setiap orang pernah mengalami yang namanya sakit gigi. Rasa sakit gigi berbeda dengan rasa sakit lainnya yang tak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan katakanlah “preman”pun kalah dengan rasa sakit gigi. Alasan mengapa rasanya berbeda adalah karena syaraf yang begitu sensitif yang mudah untuk direspon oleh otak. Lanjut membaca