Dear Pilkada DKI, Hasil Survey Jangan Dijadikan Tuhan Untuk Menentukan Calon Gubernur

Sudah menjadi rahasia umum untuk menjadikan seseorang sebagai calon pemimpin dinegeri ini dilihat dari hasil surveynya. Survey sendiri sengaja dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dilapangan, namun tidak secara menyeluruh, hanya beberapa sample saja yang disebar merata ke setiap daerah dengan kemungkinan erornya rata-rata dibawah 5%. Lanjut membaca

Sholeh Saja Tidak Cukup, Tapi Harus Sekufu

Coba baca 10 kali judul tulisan ini, lalu bercermin. Apa yang kamu rasakan? Kalau aku sih merasakan banget, menyentuh hati bahkan sampai ke ubun-ubun. Karena sudah mengalaminya, kalau nikah yang Sekufu itu mudah, Alloh berikan kemudahan dalam prosesnya, karena begitulah titahNya

Lantas apa atuh Sekufu itu? Kalau menurutku, Sekufu itu setara, sama, seimbang apa yang ada di diri pria dan wanitanya.

Terus apa yang harus seimbang itu? Ada empat perkara yang harus kamu pertimbangkan yaitu, agamanya, hartanya, keturunannya dan kecantikannya.

Misalkan, cowonya seorang sarjana, ceweknya juga sarjana, terus ceweknya udah kerja dengan gaji sekian, cowonya juga harus sama dengan gaji sekian. Keturunannya juga harus diperhitungkan, misalkan keluarga cowo kebanyakan jadi PNS, cewenya juga sama kebanyakan dari keluarganya seperti itu. Kalau cowonya ganteng, cewenya juga cantik dong.

Jangan lupa juga yang terpenting, yaitu agamanya, didalam agama, kita bahas Islam, sudah ada ajaran bahkan aturan tentang suatu pernikahan. Kalau ingin menikah, ya harus tahu dulu ilmunya.

Kenapa Harus Bicara Soal Cinta (Lagi)

Dunia ini memang unik, ada beragam suku, bangsa, karakter orang dan juga sekelumit perasaan orang yang berbeda-beda. Salah satunya adalah soal cinta, cinta itu soal perasaan, memang betul. Cinta juga bisa lebih dari sekedar perasaan, buktinya banyak orang yang mau berkorban demi cinta. Tidak sedikit orang yang kehilangan harta benda karena cinta, dan juga tidak sedikit orang yang jatuh sakit karena cinta, orang bisa kehilangan nyawa hanya gara-gara cinta itu ada. Lanjut membaca

Tulisan Arab untuk Perangkat Android

Tulisan Arab merupakan tulisan yang menggunakan abjad Arab untuk menulis. Berbeda dengan tulisan bahasa Indonesia, tulisan yang menggunakan abjad Arab ini memiliki gaya penulisan yang berbeda. Jika dilihat dari bentuknya saja, tulisan Arab tentu saja jauh berbeda dengan tulisan bahasa Indonesia. Jika tulisan yang biasa Anda tulis adalah dimulai dari kiri ke kanan, maka tulisan dengan abjad Arab ini ditulis secara terbalik. Tulisan Arab ini ditulis dari kanan ke kiri, membacanya juga dari kanan ke kiri. Lanjut membaca

Foto Terakhir Crew Tulisan ID

Sebelum website http://tulisantulisan.com ada di jagad maya, sebelumnya kami bersama tim membentuk website yang beralamat di http://tulisan-id.com, dan memang pada awalnya pun kami membuat komunitas kecil-kecilan bernaung dibawah website Tulisan ID. Sempat mengadakan beberapa kali pertemuan dan foto bareng, namun kenangan itu hilang dan hari ini kembali lagi ketemu foto terakhir Crew Tulisan ID ketika mengadakan ketemuan di kolam UNPAD Jatinangor. Kalau mengenai waktunya kurang tahu percis kapan, perkiraan setahun lebih foto ini berhasil di jepret.

Dari pertemuan ini kala itu menggunakan Camera Digital milik teh Rahayu Fitri Fadillah, dalam pertemuan ada Mas Arif, Ocky Herlambang, Teh Irma dan juga saya sendiri, Matmund Ganteng. Tidak banyak acara pada pertemuan itu, hanya sebatas ngobrol biasa dan saling berbagi saja ketika waktu santai dipinggir kolam, rasanya nyaman sekali kala itu. Seingat Matmund juga kalau tidak salah ketika itu pulang bareng ke Sumedang menggunakan Bus AC, entah Bhineka atau Sahabat lupa lagi, yang pasti bareng sama Teh Rahayu, karena Teteh yang satu ini juga rumahnya sama satu kecamatan di Tanjungkerta bersama Matmund.

Kenangan itu terangkat kembali setelah lama tersimpan jauh, beberapa menit sebelum mengupdate tulisan ini juga sempat melihat lihat Facebook Teh Rahayu, ketika dilihat-lihat fotonya, ternyata ada foto terakhir Crew Tulisan ID di album foto Facebook miliknya. Coba dilihat satu persatu, hati ini terasa terenyuh kembali untuk bisa merasakan masa-masa itu. Tapi rasanya tidak mungkin hal demikian terwujud kembali untuk kedua kalinya, mengingat semuanya sudah memntingkan dirinya masing-masing dan kurang kerjaan rasanya kalau mengurusi masalah seperti itu.

Namun disini Matmund mencoba kembali membuka memori itu lewat tulisan ini dan fotonya akan dipajang dibawah tulisan ini, agar semuanya bisa terkenang dengan rapi, tidak ‘paciweuh’ kemana saja. Walau hanya sebatas kenangan dan cenderung tidak ada gunanya, tapi dengan ini setidaknya kita bisa berfikir dan membuka fikiran betapa indahnya kebersamaan itu. Kebersamaan ketika kita bisa saling berbagi dan menghargai.

Kapan hal itu bisa terulang kembali? ATAU LEBIH BAIK DILUPAKAN SAJA DAN PURA-PURA TIDAK TAHU.

Ada Keanehan di Dalam Website Ini

Seperti ada hal yang aneh terjadi pada website ini jika dibandingkan dengan website milik adik saya yang beralamat di www.TeknikInformatika.net, website ini dengan website adik saya sama-sama dibangun dihari yang sama dan untuk hostingannyapun sama, akan tetapi pengunjungnya yang berbeda. Padahal kalau dilihat dari segi artikel, website saya jauh lebih banyak artikelnya dan per artikelnya tidak kurang dari 300 kata. Lanjut membaca

Kota dengan penuh ke-khas-an

Hallo semuaaa….

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting sebuah tulisan gak jelas. Sekarang saya mau berbagi cerita sekaligus bernarsis ria di blog ini  mengenai liburan saya selama kurang lebih 6 hari di kota pelajar atau yang biasa disebut kota gudeg, sebut saja Yogyakarta =))

Yogyakarta.. memang sesuai dengan namamu yah… Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kau memang istimewa. Betapa mempesonanya kota ini dengan seabrek ke-khas-an-nya. Tempat wisatanya, makanannya, kerajinannya, kebersihannya. Aaaaaaah istimewa bangettttt

Oke kita mulai dari awal perjuangan saya untuk berlibur ke Jogja.

Eitttts, sebelumnya pakai bahasa yang lebih enak aja yah, jangan pake saya-saya-an 😀

Baiklah… terbersit ketika liburan semester pertengahan tahun lalu, kakakku (anggap saja, walau bukan kandung loh) sebut saja ka Amel. Yap, aku memang sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri karena kedekatan kami yang sudah terjalin hampir 3 tahun. oke kembali ke topik utama.

Ia mengajakku untuk berlibur ke Jogja pada liburan tahun baru (yaitu liburan sekarang ini yang dimaksud).. awalnya aku menolak, karena tau sendiri lah, sadar diri bahwa diri ini belum bisa menghasilkan uang sendiri, tiba-tiba harus liburan hanya berdua ke luar provinsi, apalagi pergi ke mantan ibukota RI ini. Bukanlah hal yang mudah sebetulnya. Perlu uang yang tak sedikit. Hoho

Ka Amell and me

Ka Amell and me. Miripkah? hehe

Banyak yang bilang, kita berdua ini kembar. Menurut kalian? hampir setiap orang yang kami temui  bilang kami ini kembar, jika tidak kembar maka kakak adik. Selalu seperti itu. Tapi…. sebetulnya tak ada hubungan darah sama sekali antara aku dan Si kakak ini. Kita berdua hanya dekat, hanya dekat sejak kami pernah menjadi mantan salah seorang cowo yang sama-sama kami suka, wkakak naha bisa kitu nya? Ah jadi curhat. haha
Oke, kembali ke topik utama. Akhirnya akupun mengiyakan ajakan kakakku dan memutuskan untuk menabung di celengan kaleng ala ku. Haha

Well… singkat cerita, penghujung tahun datang. Nyaris saja rencana kami gagal karena di kampus tempatku mencari ilmu terdapat suatu kegiatan penting yang berhubungan dengan kelulusan kala wisuda nanti. Dengan jadwal yang nyaris bentrok.. Nyaris loh untungnya tidak bentrok beneran haha.

Tepatnya tanggal 8 Januari kami bergegas untuk berangkat menuju St.Pasar Senen (selanjutnya saya singkat menjadi SPS), diperjalanan menuju SPS ini kami dihadang dengan hujan lebat dan sedikit petir. Entah Bekasi enggan membiarkan kami pergi atau apa, dari kehujanan dijalan sampai kebanjiran di SPS, lengkap sekali. Perjalanan kami menuju kota gudeg ini menunggangi sang Bengawan dari SPS Jakarta menuju Stasiun Lempuyangan Yogyakarta =)) kami berangkat dari jam 13.00 dan tiba pukul 24.00 WIB kurang lebih.

Sesampainya di St. Lempuyangan, kami berdua dijemput oleh teman kakakku. Aming namanya. Dan kami diajak muter-muter mengelilingi pusat Jogja pada malam hari. Aaaaaa Jogja pada malam hari sangatlah indah. Dengan kondisi muka yang udah lecek tak beraturan, kami sempatkan diri untuk berfoto sejenak di tugu Jogja ini =))

Camera 360

Lihat kan bagaimana jeleknya wajah kami? Haha

Oke mengingat malam sudah sangat larut, kami bergegas ke tempat penginapan untuk mempersiapkan diri berwisata esok hari 🙂

Hari pertama di Jogja, kami berdua dibekali motor oleh Aming itu untuk pergi ke Wisata merapi yang tak jauh dari penginapan kami.

ini sebagian foto ketika memasuki tempat wisata merapi

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

ini adalah foto yang paling gaje karena tak nampak merapinya, hanya taman bermain yang terletak di dalam wisata merapi wkwk

 

ka amell

ka amell

 

 

Tempat ini sepiiii… berhubung kami hanya berdua disana, jadi kakakku tak terlalu ingin menelusuri lebih dalam untuk melihat sang merapi, so hanya gambar-gambar yang pemandangannya gaje seperti ini 😀 haha

oke, tempat wisata kedua, adalah candi prambanan. Untuk menuju kesana tentu saja diantar oleh Aming dan temannya.

Yah, disana kami memang begitu merepotkan banyak orang, dan Aminglah yang paling sering kami repotkan, khususnya untuk mengantar-antar kami ke tempat yang tak terjangkau oleh kami.

ini adalah foto-foto ketika di prambanan… Layaknya roro jongrang yang meuni ayu, haha

Camera 360

Walau tempat ini panasnya minta ampun.. tapi tentu saja tak menyulutkan semangat kami untuk terus berfoto-foto dan mengelillingi setiap sudut candi.

Yap, usai dari perambanan sekitar jam 5 sore, setelah itu kita pergi ke bukit bintang, suatu tempat dimana kita bisa melihat seluruh wilayah jogja, tepatnya pada malam hariii…. Beuhh luar biasa indah. Kenapa dinamakan bukit bintang? karenaaaa pada malam hari, lampu-lampu yang berkilauan dari rumah-rumah penduduk serta jalanan layaknya bintang-bintang yang bersinar. Menakjubkan.

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Sayang banget foto bukit bintang saat malam tak dapat kami ambil.. haha jadi hanya ada foto ini, foto kami berdua ketika menunggu sunset di bukit bintang, Yogyakarta

Setelah asik melihat pemandangan malam Jogja dari atas bukit, kami bergegas mencari makan. dan teman kakakku merekomendasikan makanan khas jogja, Nasi goreng sapi, namanya. Dari nama memang terlihat biasa, tapi wajib dicoba. Oya, satu lagi, jika kalian berniat mencoba, jangan kaget dengan suasana warung yang super duper padat pembeli, karena  banyak orang yang rela antri dan menunggu sekian lama hanya untuk makan nasi goreng khas jogja ini. Sampai-sampai pembelinya banyak bertaburan di pinggir jalan menggelar sehelai tikar hingga jarak 20 meter-an dari kanan dan kiri warung demi untuk bisa mencicipi masakan ini. Wah banget pokoknya. Kalo gak percaya, coba datangi sendiri. Well… singkat cerita setelah makan kami kembali ke penginapan dan beristirahat.

Hari ke dua di jogja kami pergi ke tamansari. Tempat dimana Water castle dan masjid bawah tanah berada, dengan modal nekat kami berdua berangkat tanpa diiringi oleh Aming huhu..

Dengan hanya bermodalkan GPS kami berangkat. nyaris kami keserempet motor orang karena kakakku kurang berhati-hati. Tapi akhirnya, sampai juga ke Taman sari, Yogyakarta 🙂

Ketika kami menepakan kaki kami di tanah Tamansari, kami dihampiri oleh seorang tourguide yang memberikan pengarahan dan segala macam cerita sejarah tentang semua yang ada di Tamansari. Selain itu juga, tourguide inilah yang sangat berjasa memotret foto kami berdua haha. inilah foto yang paling ku suka

water castle w/ Ka Amell

at water castle with Ka Amel

Tamansari memang sangat luas, hingga kedua tumit serasa pegal. Apalagi aku yang salah menggunakan widges ber-hak tidak terlalu tinggi, tau sendirilah mungkin rasanya seperti apa. Kecuali bagi kaum laki-laki, haha 😀

Masjid bawah tanah

Masjid bawah tanah

Setelah usai mengelilingi komplek Tamansari, kami pulang dan beristirahat untuk persiapan malam, karena malamnya kami akan bermalam di pantai Sadranan, Yogyakarta. Singkat cerita, kami pergi ke pantai dan bernarsis ria menyambut sang fajar keluar dari persembunyian. Pantai Sadranan ini memang bukanlah pantai yang terkenal seperti Parangtritis, tapi pantai inilah yang ku sebut sebagai the hidden paradise. lihat sajaaaaa keindahannya

 

Pantai Sadranan

Pantai Sadranan

Camera 360                                         Camera 360

Camera 360

cowo disebelah ka amel itu yang namanya aming, wkakak

Gimana? bagus kan pemandangannya? haha orangnya juga dong? 😀 wkwkwk

Baiklah, selesai sampai sini jelajah kami ke pantai… esok harinya kami mengunjungi borobudur. Siapa sih yang gak tau borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang pernah dinobatkan kepada Indonesia. Hari terakhir kami berada di jogjakarta, kami mengunjungi candi terbesar di dunia ini.

Camera 360

Dan… berakhirlah liburan kami disini. Borobudur adalah tempat wisata terakhir yang kami kunjungi. Esoknya kami bergegas untuk kembali ke Bekasi. Kepulangan kami menurutku sangat sinetronis banget. Hujan turun sangat deras kala perjalanan menuju St. Lempuyangan. Dari terburu-buru mengejar waktu, basah-basahan, sampai….. nyaris tertinggal kereta, dan kalimat terakhir itu yang seperti di sinetron-sinetron banget. satu detik setelah kaki kami hinggap dipintu kereta langsung jalan. Huft… Finally, we went to home, and it’s ending of our holiday 🙂

“sesuai dengan namamu, Yogyakarta, kau memang istimewa”

 

Baru nongol :D

Selamat malam semuanyaaaa… salam hangat untuk setiap makhluk Tuhan yang membaca sederatan paragraf demi paragraf yang ku ketik ini 🙂

Ini adalah tulisan pertamaku di 2014.  Haha itu baru aku sadari ternyata. setelah beberapa saat ada pesan masuk dari Sandi Mulyadi si admin website ini serta teman kelas dan teman menulisku di perguruan tinggi yang sedang ku pijak ini. Sepeti biasa lah dia selalu menyuruhku untuk menulis. Ya ya yah.. jika ada mood untuk menulis ku memang selalu menyempatkan diriku untuk melakukannya. tapi sayang, sungguh sayang.. sejak sebulan lalu si putih android kesayanganku meninggal dunia. haha (lebay mode on) 😀

Ya tapi memang benar begitu kenyataannya. karena hal itu yang membuatku menjadi orang kudet selama sebulan penuh ini. tak ada modem, tak ada gadget yang memadai. Aaaaaaaah… sungguh tak enak.

Well, cukup sekian untuk malam ini 🙂

sekali lagi,

Salam hangat

Umul Latifah

Semua yg terjadi tak pernah terencana sebelumnya

Sebuah rasa memang bisa hinggap begitu saja tanpa pernah kita inginkan

Kedatangannya mampu mengubah hidup menjadi lebih berwarna misalnya

Atau menjadi lebih kelam karenanya.

Semua bisa saja terjadi

Yang sedang terluka menjadi bahagia

Yang bahagia menjadi kalut

Semua bisa saja terjadi

Namun, jangan pernah salahkan kehadirannya

Karena ia adalah anugrah

Entah itu rasa suka, sayang atau cinta

Terhadap lawan jenis tentunya

Kala ia datang merasuk dalam jiwamu, biarkan ia mengalir dan bergerak bebas disana

Meski pada akhirnya, kau harus membiarkan perasaaanmu tak terbalas

Meski pada akhirnya kau harus biarkan dirimu terlukaaa

Rasa itu suci

Rasa itu indah

Sebenarnya.

Kau hanya perlu membiarkannya terus hidup meski takkan menemui titik temu

Titik temu rasa terhadap orang yang kau sayangi

Dengan kata lain, rasamu tak berbalas

Biarkan ia tetap hidup

 

Bandung, 4 Desember 2013

untuk seseorang yang hanya bisa ku lihat

dan ku rasakan kehadirannya dalam duniaku

dunia khayalku