Tulisan Cinta Oleh Matmund

Pertama bisa menulis itu di tahun 2007, ketika awal-awal masuk di SMKN 6 Bandung. Saat itu, kondisi diri, terutama hati sedang ada pada idealisme yang masih kuat terhadap apa yang diyakini. Maka dari itu hasilnya pun berupa tulisan yang lekat akan nilai-nilai idealisme seorang anak muda yang sedang mencari jadi diri hidup. Lanjut membaca

Semua yg terjadi tak pernah terencana sebelumnya

Sebuah rasa memang bisa hinggap begitu saja tanpa pernah kita inginkan

Kedatangannya mampu mengubah hidup menjadi lebih berwarna misalnya

Atau menjadi lebih kelam karenanya.

Semua bisa saja terjadi

Yang sedang terluka menjadi bahagia

Yang bahagia menjadi kalut

Semua bisa saja terjadi

Namun, jangan pernah salahkan kehadirannya

Karena ia adalah anugrah

Entah itu rasa suka, sayang atau cinta

Terhadap lawan jenis tentunya

Kala ia datang merasuk dalam jiwamu, biarkan ia mengalir dan bergerak bebas disana

Meski pada akhirnya, kau harus membiarkan perasaaanmu tak terbalas

Meski pada akhirnya kau harus biarkan dirimu terlukaaa

Rasa itu suci

Rasa itu indah

Sebenarnya.

Kau hanya perlu membiarkannya terus hidup meski takkan menemui titik temu

Titik temu rasa terhadap orang yang kau sayangi

Dengan kata lain, rasamu tak berbalas

Biarkan ia tetap hidup

 

Bandung, 4 Desember 2013

untuk seseorang yang hanya bisa ku lihat

dan ku rasakan kehadirannya dalam duniaku

dunia khayalku

Kamu dan segala keabstrakanmu

Mentari hadir membawa udara yang cukup membuat tubuh ini menggigil. Ku bawa langkahku dengan setengah lesu menuju kampus. Dalam kondisi setengah pusing ku mengiyakan ajakan temanku untuk berangkat kuliah. Sambil membawa langkahku dalam alur perjalanan menuju kampus, ku tulis new message untuk seseorang.

“selamat pagiiiiiiiiiiiiii” sapaku dalam pesan singkat. Dengan segera ku tekan tombol send.

Sebetulnya sapaan seperti itu sangat tabu sekali untukku. Aku jarang menyapa seseorang. Tapi kali ini, aku melakukannya. Dengan segera ada balasan kembali dari orang tersebut. Ku buka…

“ Juga” balasnya.

What the hell. Juga saja? Sesingkat itu? Ck. Aku menelan ludah. Semalam ia masih sangat hangat memperlakukanku dengan segala perhatian lembutnya. Sekarang? Entah ada setan apa yang merasuk dalam tubuhnya. Dia menjadi tiba-tiba menyebalkan -_- apakah karena hari ini akan bertemu di kampus, ataukah… Ah sudahlah. Aku menjadi enggan untuk tersenyum. Sebuah ekspresi masam tiba-tiba hinggap pada raut wajahku.

Dia selalu begitu. Kadang terlihat. Kadang abstrak. Sulit ditebak. Tak ku sadari aku menebar dosa pada banyak orang pagi ini. Betapa tidak? Setiap orang yang ku lewati sepanjang perjalanan kampus tak ku lemparkan senyum andalanku seperti biasanya. Dengan kata lain, aku masih bertahan dalam kemasamanku pagi ini. Entahlah, balasan pesan darinya itu sungguh enggan buatku tersenyum.

Kala malam ia sungguh nyata. Kelembutan sikapnya menyelimuti malamku yang beku karena kepenatan siang. Namun siang? Tak ku temukan dia meski mataku melihat. Ya, tentu saja. dia terlihat tapi tak ku rasakan ada. Abstrak.

Ah, dia membuatku terlalu lama bermain-main dalam lamunanku hingga ku tak sadar langkahku sudah membawaku ke dalam gedung fakultas. Ah, lagi-lagi harus ku sadari ada puluhan anak tangga yang berjejer dan tentu harus ku lewati. Lagi dan lagi. Mau tak mau. Tentu saja. Oke. Ku naiki anak tangga itu satu persatu. Tentu dengan pikiranku yang masih dipenuhi dan hanyut karenanya. Ah, akhirnya sampai lantai 3. Tempat dimana kelasku berada. Tepat sekali.

Ku arahkan pandanganku yang buram pada beberapa orang di sudut sana. Aku tau tanpa kacamata aku tak mampu melihat jelas apapun yang terekam dalam retinaku. Tapi walaupun begitu, ke-minus-an mataku tetap dapat menangkap sebuah sosok yang sudah ku pastikan benar. Ya, dia. Siapa lagiiiiiiiiii. Meski tanpa kacamata kesayanganku, mataku selalu dapat menebak ada dia dalam ketidakjelasan pandanganku. Dia yang terlihat, tapi tak ku rasakan ada. Kamu dengan segala keabstrakanmu.

Pacaran itu Aneh

Pacaran, bagi kamu yang masih muda pasti tidak asing dengan satu kata yang satu ini atau bukan hanya untuk kaum remaja saja yang mengenal kata tersebut kini anak-anakpun sudah mengenalnya dan mempraktekannya.??? Parah, hancurlah sudah mental bangsa ini, mau dibawa kemana kelangsungan hidup khalayak ramai.??? Tapi tahu gak kamu jika pacaran itu aneh, menurut penulis sih demikian. Tapi tunggu dulu donk, jangan maen judge penulis sebagai seseorang yang memancing konflik. Kamu simak dulu deh pemaparan penulis yang menyatakan fatwa bahwa mengapa pacaran itu aneh.!!! Lanjut membaca